SUKABUMISATU.COM – Acara Safari Cinta Kang Dedi Mulyadi ( KDM ) di Sukabumi menampilkan serangkaian acara tarian Sunda yang dikolaborasi dengan musik modern.
Acara Safari Cinta Kanjeng Welas Asih itu di gelar di Lapangan Tegalegok, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/2/2024) malam.
Kehadiran mantan orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta itu didampingi Caleg DPR RI dari Partai Gerindra, Satrio Dimas Adityo dalam rangka kampanye Paslon nomor urut dua, Prabowo Subianto – Gibran Raka Buming Raka.
Acara Safari Cinta Kanjeng Welas Asih yang menghadirkan dua pelawak kondang Sule dan Ohang, mendapat sambutan meriah dari warga Pajampangan. Pemandangan lain pun terlihat ketika sebelum naik ke panggung, saat berjalan ditengah lapangan, Kang Dedi Mulyadi dikerubuti warga untuk bersalaman. Tak sedikit warga yang memintanya untuk foto bersama.
Diperjalan menuju panggung, saat itu Kang Dedi menghampiri seorang pedagang kain lap, kemudian dia bertanya, ” sekarang jualannya sudah dapat uang berapa? ” Tanya Kang Dedi. ” Baru dua puluh ribu, ” jawab si pedagang .
Mendengar itu Dedi langsung merogoh saku dan memberinya beberapa lembar uang seratus ribu kepada si pedagang, momen itu mendapat aplaus warga.
” Saya sebagai orang yang dekat dengan Pa Prabowo, saya tahu persis siapa beliau, saya tidak akan muluk muluk dan mengumbar janji, ” ucap Dedi Mulyadi mengawali orasinya.
Lebih lanjut, kata Kang Dedi, berpolitik itu tidak harus selalu dalam ketegangan. Sebab selama ini ketegangan hanya terjadi ditingkat elite, sementara masyarakat secara umum dalam posisi bahagia.
” Sehingga saya selalu membawa pergelaran seni ke beberapa tempat untuk menyampaikan pada dunia bahwa Indonesia ini menghadapai tahun politik dalam keadaan bahagia, ” tuturnya
Dalam pemaparannya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa tujuan dari Safari Cinta yang selalu membawa dan menampilkan berbagai kesenian ke sejumlah daerah adalah sebagai bentuk kepedulian dalam mewadahi para pelaku seni.
Ia berharap, gelaran Safari Cinta akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi tidak hanya pada pelaku seni, tapi ratusan pedagang yang setiap pergelaran hadir untuk mengais rejeki dari para penonton.
Reporter: Jajang Suhendar | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor










