Kamis,14 Mei 2026
Pukul: 19:56 WIB

Jelang Pemilu, Harga Beras di Pasar Cibadak Sukabumi Meroket

Jelang Pemilu, Harga Beras di Pasar Cibadak Sukabumi Meroket

Rabu, 7 Februari 2024
/ Pukul: 19:25 WIB
Rabu, 7 Februari 2024
Pukul 19:25 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COMHarga beras di Pasar Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi meroket jelang hari pencoblosan Pemilu 2024. Para pedagang dan pembeli meminta pemerintah segera bertindak untuk mengatasi kenaikan harga ini.

Seperti yang diungkapkan Dadan, salah seorang pedagang beras di Pasar Cibadak. Ia mengatakan, kenaikan harga terjadi beberapa minggu ini.

“Untuk beras premium sekarang harganya sudah tembus Rp 14 ribu, padahal sebelumnya Rp 12.500,” kata Dadan kepada sukabumisatu.com, Rabu (07/02/2024).

Kenaikan harga lebih terasa untuk konsumen yang biasa membeli beras per karung. Saat ini, beras dijual di kisaran harga Rp 400 ribu hingga Rp 420 ribu.

Baca Juga  Kwarcab Sukabumi Peringati Hari Pramuka ke-64: Tegaskan Peran Strategis Pramuka dalam Ketahanan Bangsa

“Padahal sebelumnya harganya itu yang paling murah Rp 330 ribu. Makanya konsumen agak mikir-mikir kalau beli per karungan,” kata Dadan.

Hal senada juga diungkapkan Aldi, pedagang beras lainnya. Harga beras mengalami ketidakstabilan setidaknya selama tiga tahun terakhir.

“Termasuk jelang Pemilu saat ini. Sayahitung-hitung dalam tiga tahun ini per karung beras harganya naik di kisaran Rp 200 ribu,” kata Aldi.

Aldi pun berharap pemerintah segera bertindak mengatasi ketidakstabilan harga beras.

“Agar harga beras bisa ditekan lagi,” tukas Aldi.

Sementara itu, keluhan soal harga beras juga diungkapkan pengusaha warung nasi. Seperti yang diungkapkan Ipan, pedagang nasi bungkus di sekitaran Pasar Cibadak.

Baca Juga  Sambut HUT Ke-62 bank bjb, Ada Banyak Program Promo dan Diskon Spesial

“Mau enggak mau harus naikin harga. Belum lagi bahan pokok lain kan harganya juga ada yang naik,” kata dia.

Kenaikan harga juga berimbas pada omset jualan Ipan. “Sekarang saya hitung berkurang sekitar 15 sampai 20 persen,” pungkas Ipan.

Reporter: Suhendi Soex | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

 

Related Posts

Add New Playlist