Tambang Emas Ilegal Makan Korban Lagi, Seorang Pemuda di Ciemas Sukabumi Terkubur Hidup-hidup

SUKABUMISATU.COM – Seorang penambang  tewas usai terkubur hidup-hidup di lubang tambang emas ilegal di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kepolisian  sudah melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan informasi itu.

Insiden itu terjadi di kawasan Kehutanan Blok Cikaret, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Rabu malam (13/09/2023). Korban diketahui berinisial EG, seorang pemuda berusia 23 tahun.

“Pagi tadi anggota saya sudah berangkat ke lokasi guna mengecek laporan adanya penambang yang meninggal dunia di lokasi penambangan tanpa ijin,” ujar Iptu Azhar Sunandar, Kapolsek Ciemas Polres Sukabumi dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (14/09/2023).

Baca Juga  Ayah Almarhum Nizam Syafei Dikabarkan Jadi Tersangka, Acong Latif Desak Polisi Segera Lakukan Penahanan!

Azhar mengungkapkan bahwa warga yang meninggal adalah Warga Desa Mekarjaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi.

Korban bersama 10 rekannya berangkat ke lokasi pada hari Rabu sore hari dan tiba di lokasi sekira pukul 20.00 WIB. Kemudian mereka langsung melakukan penambangan.

“Saat korban berada pada kedalaman kurang lebih 9 meter, tiba-tiba lubang ambruk dan menimbun korban, ” jelas Azhar Sunandar.

Rekan-rekan korban sudah berupaya menolong dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun nyawa korban tidak dapat terselamatkan

“Korban dievakuasi oleh rekannya ke rumahnya dan saat ini sudah dimakamkan di pemakaman umum setempat,” sambung Azhar Sunandar.

Baca Juga  Soal Pengamanan Pemilu, Kapolres Sukabumi: Cara Humanis jadi Fokus Kami

Polsek Ciemas saat ini terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lanjutan, termasuk dengan melakukan himbauan kepada para warga agar tidak melakukan penambangan tanpa izin atau PETI.

” Sebetulnya lokasi Peti itu sudah ditutup oleh Forkopimda Kabupaten Sukabumi beberapa waktu yang lalu, namun rupanya masih ada warga masyarakat yang secara sembunyi – sembunyi masuk ke lokasi, ” pungkas Azhar Sunandar.

Reporter: Suhendi Soex | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *