SUKABUMISATU.com, – Upaya pencarian besar-besaran yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan terhadap bocah laki-laki berusia 4 tahun yang dilaporkan hilang sejak Jumat kemarin, akhirnya membuahkan hasil. Namun, pencarian ini berakhir dengan suasana duka yang mendalam.
Korban bernama Fadlan, anak dari pasangan Erwin dan Irma, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu siang, (4/07/2026) sekitar pukul 13.32 WIB. Jasad korban ditemukan mengambang di aliran Sungai Cicatih, tepatnya di area belakang Kantor Pemadam Kebakaran Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Ditemukan Warga yang Sedang Menjaring Ikan
Berdasarkan rekaman keterangan resmi Basarnas Kabupaten Sukabumi Arizal, mengungkapkan bahwa penemuan jasad Fadlan berawal dari informasi warga setempat yang tengah beraktivitas di sungai.
”Kami menerima informasi dari warga yang kebetulan sedang menjaring ikan di sungai. Korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal kejadian,” ujar Arizal.
Saat dievakuasi, kondisi jasad korban masih mengenakan pakaian lengkap, persis seperti ciri-ciri terakhir yang dilaporkan oleh pihak keluarga. Mengenai adanya indikasi luka benturan akibat arus sungai, Tim SAR menyerahkan sepenuhnya kepada pihak medis karena akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter.
Gunakan Drone Thermal dan Selami Arus Deras
Arizal menjelaskan, operasi pencarian yang dimulai sejak Sabtu pagi tersebut melibatkan tiga unit SRU (Search and Rescue Unit) dengan memadukan teknologi canggih dan penyisiran manual. Tim membagi tugas menjadi penyelaman dengan alat Aqua Eye, penyisiran menggunakan perahu karet, hingga pemantauan udara memanfaatkan teknologi drone thermal.
Meski berhasil ditemukan, tim sempat menghadapi kendala teknis yang cukup berat di lapangan akibat arus bawah sungai yang sangat deras ditambah dengan kondisi air yang keruh hingga zero visibility (jarak pandang nol).
Isak Tangis Sambut Jenazah, Polisi Agendakan Pasang Penghalang
Suasana haru dan pilu seketika pecah saat iring-iringan tandu jenazah korban tiba di daratan, diikuti isak tangis histeris dari pihak keluarga. Saat ini, jenazah sudah dibawa ke rumah duka di Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar.
Menanggapi tragedi memilukan ini, Kapolsek Nagrak, Iptu Subit Sudrajat, S.H., bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Forkopimcam dan jajaran kepala desa untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
Pihak kepolisian akan segera mengambil tindakan preventif secara bergotong-royong di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
”Saya sudah komunikasi dengan Forkopimcam, dengan kepala desa, dengan masyarakat setempat bahwasanya kita sudah agendakan bahwa besok kita akan kerja bakti. Minimal di tempat kejadian itu ditutup dengan penghalang. Jadi harus ada jeda antara gang dengan sungai, sehingga mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi kejadian yang sama,” tegas Iptu Subit Sudrajat, S.H.
Di akhir keterangannya, Kapolsek Nagrak turut memberikan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak di bawah umur agar tidak lengah dalam mengawasi buah hati mereka.
”Kepada siapa pun itu, warga masyarakat Cibunarjaya maupun warga masyarakat Ciambar, tetap manakala mempunyai anak yang di bawah umur yang harus melekat dengan orang tua, tetap harus dalam pengawasan orang itu,” pungkas Iptu Subit Sudrajat, S.H.
Reporter: Suhendi Soex












