Heboh! Dua Bocah Mancing Temukan Mayat Membusuk di Kaki Gunung Gede Pangrango Ciambar

Penemuan Mayat di Kaki Gunung Pangrango, Ciambar Sukabumi. Minggu, (28/06/2026).

SUKABUMISATU.COM, SUKABUMI — Warga Kampung Ciciukir, Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango (Taman Nasional), Sabtu (27/6/2026) lalu. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang anak yang tengah asyik memancing.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat ini baru dilaporkan warga ke ketua RT setempat pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB karena anak-anak yang menemukan sempat ketakutan dan trauma. Karena lokasi yang jauh dan membutuhkan kepastian, pihak RT terlebih dahulu mengutus kerabatnya untuk mengecek ke lokasi pada hari Minggu (28/6/2026).

​”Anak-anak lagi mancing begitu ya, lagi asyik-asyiknya, pas ada yang berdehem, pas dilihat ternyata mayat gitu. Makanya langsung kabur. Semalaman mereka tidak tidur karena ketakutan,” ujar Ketua RT setempat saat diwawancarai, Senin (29/6/2026).

​Ketua RT mengaku sempat terkendala komunikasi karena kehabisan masa aktif kuota saat sedang berada di Palabuhanratu, sehingga laporan baru diteruskan ke pihak Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Kapolsek Nagrak pada Senin dini hari.

Baca Juga  Terungkap! Ini Identitas Mayat yang Ditemukan di Pantai Minajaya Sukabumi

Kondisi Mayat Mulai Membusuk dan Dipenuhi Belatung

​Proses evakuasi dan pengecekan lokasi baru dilakukan pada Senin (29/6/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas gabungan dari Polsek Nagrak, Koramil, Kecamatan, Puskesmas, serta pihak Balai Taman Nasional harus menempuh perjalanan selama dua jam untuk mencapai lokasi kejadian yang berada sekitar 3 meter dari aliran sungai besar menuju arah Genteng/Batu Belah.

​Saat pertama kali dicek pada hari Minggu, kondisi perut mayat masih kembung. Namun, saat petugas tiba di lokasi pada hari Senin siang, kondisi jenazah sudah mengalami perubahan drastis akibat cuaca hujan.

​”Hari Minggunya ini perutnya masih kembung, pusarnya kelihatan. Kalau tadi pas ke sana posisinya sudah kempes, banyak belatung. Uh, banyak sekali. Kakinya juga sudah berubah posisinya seperti ada yang menyeret,” tambah sang RT. Bau menyengat bahkan sudah tercium radius 10 meter sehingga petugas harus mengenakan masker dua lapis.

Baca Juga  Geger! Warga Warungkiara Ditemukan Tewas Tergantung di Ciracap Sukabumi

Diduga ODGJ Luar Daerah yang Tersesat

​Sementara itu, salah seorang warga yang ikut ke lokasi, Judin, mengungkapkan ciri-ciri mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia sekitar 55 tahun. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan kaos berwarna abu-abu tanpa celana panjang.

​”Baju saja, kaos warna abu-abu. Celana panjangnya enggak ada. Tas atau dompet juga sudah dicari-cari di sekitar lokasi, tapi tidak ada,” kata Judin.

​Judin menambahkan, wajah jenazah sudah menghitam dan memiliki jenggot yang cukup panjang. Dirinya menduga, mayat tersebut adalah seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sempat terlihat mondar-mandir di permukiman warga beberapa minggu lalu.

​”Beberapa minggu lalu ada warga melapor ada yang mondar-mandir saja, dikira orang gila (ODGJ). Sempat diam di gubuk Mang Omay di sebelah hulu. Pas mau diperiksa sudah enggak ada, kemungkinan lolos masuk ke gunung,” jelas Judin.

​Pihak RT memastikan bahwa tidak ada warga Kampung Ciciukir maupun Desa Ginanjar yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Korban dipastikan merupakan warga dari luar daerah.

Baca Juga  Kebakaran Hanguskan Satu Unit Rumah di Ciambar Sukabumi

​Atas dasar musyawarah bersama antara pihak kepolisian, TNI, desa, kecamatan, dan tim medis Puskesmas, jasad pria tersebut akhirnya diputuskan untuk langsung dimakamkan di lokasi penemuan pada Senin siang sekitar pukul 12.00 WIB karena kondisi jenazah yang sudah membusuk dan sulit dievakuasi turun gunung.

Reporter: Mawaldi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *