SUKABUMISATU.COM, KABANDUNGAN – Nasib nahas menimpa seorang remaja asal Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Korban dilaporkan tenggelam saat tengah menikmati liburan di objek wisata Curug 3 Perkebunan Jayanegara, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, pada Selasa (23/06/2026) siang.
Informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Pasa (18), seorang warga Kampung Cicareh RT 04/RW 01, Desa Cicareh, Kecamatan Cikidang. Insiden memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Nurdayat, mengungkapkan bahwa penyebab utama kecelakaan air ini diduga karena korban tidak mahir berenang saat berada di area curug yang dalam.
”Korban tidak bisa berenang. Sebenarnya sempat ada upaya pertolongan dari pengunjung lain yang saat itu juga sedang berenang di lokasi. Namun sayang, korban tidak bisa diselamatkan hingga akhirnya tenggelam,” ujar Nurdayat dalam laporan tertulisnya, Selasa (23/6/2026).
Korban Belum Ditemukan, Alat Evakuasi Mendesak
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban dilaporkan belum ditemukan. Tim SAR gabungan bersama warga sekitar masih mengupayakan pencarian di titik lokasi hilangnya korban. Petugas di lapangan juga menyatakan membutuhkan dukungan alat evakuasi yang mendesak untuk mempercepat proses pencarian.
Sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian di antaranya Ihsan (24) warga Parungkuda, serta Galang (16) dan Ma’mur yang merupakan rekan sewilayah korban, sudah dimintai keterangan oleh petugas.
Petugas Gabungan Siaga di Lokasi
Guna mempercepat penanganan dan pencarian korban, sejumlah personel dari berbagai unsur penanggulangan bencana dan aparat setempat telah disiagakan di lokasi kejadian.
Beberapa unsur personil yang terlibat di lokasi saat ini meliputi:
- Pemerintah Kecamatan Kabandungan
- P2BK Kabandungan / BPBD Kabupaten Sukabumi
- Babinsa
- Bhabinkamtibmas
- Satpol PP
- Tagana Kabupaten Sukabumi
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan asesmen dan menyisir area Curug 3 Jayanegara dengan harapan korban bisa segera dievakuasi.
Reporter: Mawaldi












