SUKABUMISATU.COM, CIRACAP — Perjuangan melelahkan tim SAR gabungan dalam pencarian ayah dan anak yang hilang terseret arus di Muara Sungai Pasir Putih, Kawasan Konservasi Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, akhirnya membuahkan hasil di hari kedua. Satu dari dua korban yang dilaporkan tenggelam berhasil ditemukan, namun dalam kondisi yang teramat memilukan.
Jasad Ahmad Efendi (36), sang ayah yang sempat berusaha menyelamatkan putranya saat petaka itu datang, ditemukan oleh tim penyelamat pada Sabtu pagi (20/6/2026) sekitar pukul 08.40 WIB. Korban ditemukan mengambang di perairan, hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi awal tempatnya pertama kali dinyatakan hilang.
Isak tangis keluarga tak terbendung saat tubuh kaku sang kepala keluarga dievakuasi dari hamparan air perairan Pangumbahan. Liburan keluarga yang semula direncanakan penuh tawa dari Kota Bogor, kini berubah menjadi awan kelam kedukaan yang teramat dalam.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, menjelaskan bahwa penemuan korban terjadi di sela-sela penyisiran pagi yang dilakukan oleh puluhan personel gabungan.
“Korban kami temukan pagi ini dalam posisi telungkup terapung di perairan. Selanjutnya, jasad korban langsung kita evakuasi dan dibawa menuju rumah duka untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Suryo Adianto dengan nada penuh empati saat dikonfirmasi oleh SukabumiSatu.com, Sabtu.
Ikhtiar Tanpa Lelah Mencari Tobi
Kendati satu jasad telah ditemukan, tugas kemanusiaan tim SAR gabungan masih jauh dari kata usai. Di tengah cuaca pesisir selatan yang tak menentu, puluhan pasang mata dan tenaga dari berbagai unsur potensi SAR masih terus menyisir lautan dan daratan. Mereka berpacu dengan waktu demi menemukan Tobi Efendi, bocah berusia 12 tahun yang hingga kini keberadaannya masih misteri.
Demi membawa pulang Tobi ke pelukan ibunya yang kini didera guncangan batin luar biasa, tim SAR gabungan memperluas radius pencarian secara masif.
Penyisiran di perairan kini dilakukan menggunakan perahu Rubber Inflatable Boat (LCR) hingga menjangkau radius 2 Nautical Mile (Nm) dari titik lokasi kejadian. Tak hanya di lautan, puluhan personel juga berjalan kaki menyisir pasir pantai sejauh 2 kilometer ke arah barat dan 2 kilometer ke arah timur. Dari udara, teknologi drone diterbangkan hingga radius 200 meter untuk memetakan tanda-tanda keberadaan korban dari sudut pandang yang lebih luas.
Kemanusiaan dan gotong-royong begitu kental terasa di lapangan. Puluhan personel yang tidak kenal lelah ini merupakan gabungan dari berbagai elemen, mulai dari Pos SAR Sukabumi, Polair Polres Sukabumi, Pos TNI AL Ujung Genteng, P2BK BPBD Kabupaten Sukabumi, para nelayan lokal Ujung Genteng, relawan Jampang Peduli, perangkat Desa Pangumbahan, SAKA SAR Kabupaten Sukabumi, Balawista, Sehati, hingga masyarakat sekitar yang tergerak hatinya untuk membantu.
Kronologi yang Menyayat Hati
Tragedi yang menimpa keluarga asal kompleks Villa Bogor Indah ini terjadi pada Jumat sore (19/6/2026) sekitar pukul 16.25 WIB. Sore yang hangat di Muara Sungai Pasir Putih seketika berubah mencekam saat Ahmad Efendi dan Tobi Efendi yang sedang berenang tiba-tiba tergulung oleh pusaran arus muara yang dikenal menipu.
Keduanya sempat terlihat berjuang sekuat tenaga menghadapi arus dan melambaikan tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya tubuh mereka hilang ditelan ombak, tepat di depan mata sang istri yang hanya bisa menjerit histeris tanpa daya untuk menolong.
Hingga berita ini diturunkan, doa dan harapan terus mengalir dari warga Sukabumi agar bocah Tobi dapat segera ditemukan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi ujian yang teramat berat ini.
Reporter: Arismanto
Editor: Demi Pratama Adiputra












