SUKABUMI — Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, tempat yang selama ini menjadi simbol ketulusan, tempat bernaungnya para relawan, dan titik awal penyelamatan banyak nyawa, justru menjadi sasaran aksi kriminalitas. Pada Selasa pagi (16/06/2026), markas kemanusiaan ini disatroni maling. Sebuah laptop yang menyimpan denyut nadi data sosial di wilayah tersebut raib digondol pelaku yang terekam kamera pengawas (CCTV).
Peristiwa ini menyisakan rasa sesal yang mendalam bagi para pengurus dan relawan, mengingat posko tersebut merupakan pusat pergerakan bantuan bagi masyarakat Sukabumi yang membutuhkan.
Kronologi Kejadian: Menyelinap Memanfaatkan Kelengangan Pagi
Aksi pencurian ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Pelaku yang beraksi seorang diri tampak sangat paham memanfaatkan momentum pagi hari, di mana suasana di sekitar markas masih tergolong sepi sebelum aktivitas pelayanan dimulai.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku masuk dengan cara menyelinap melalui area yang biasa diakses oleh masyarakat umum yang hendak melakukan donor darah.
Staf PMI Kabupaten Sukabumi, Dikdik, menjelaskan pada sukabumisatu.com bagaimana pelaku dengan leluasa membaca situasi sekitar sebelum melancarkan aksinya.
”Dia masuk melalui pintu dari sebelah UDD (Unit Donor Darah). Dia melihat situasi keadaan ada orang atau enggak, terus kemudian dia masuk ke arah pintu markas,” ujar Dikdik. Rabu, (17/06/2026).
Setelah memastikan kondisi aman dan tidak ada petugas piket yang melihat, pelaku langsung mengincar sebuah laptop merk Dell yang berada di atas meja kerja, lalu bergegas pergi membawa barang jarahannya tersebut.
Baru Disadari Siang Hari Saat Hendak Membuka Arsip
Ironisnya, karena kesibukan aktivitas pelayanan masyarakat di pagi hari, hilangnya fasilitas penting tersebut tidak langsung disadari. Seluruh staf baru tersentak dari rutinitas mereka pada siang hari, tepatnya sekitar pukul 12.00 WIB.
Petaka itu baru ketahuan saat laptop hendak digunakan untuk membuka arsip-arsip penting organisasi. Begitu melihat meja kerja yang kosong, ruang kepanikan pun merebak. Setelah dilakukan pengecekan pada rekaman CCTV, barulah tabir pencurian di pagi buta itu terungkap jelas.
Bukan Sekadar Materi, Basis Data Kemanusiaan Ikut Hilang
Bagi Dikdik dan rekan-rekan relawan lainnya, kehilangan ini terasa sangat memukul batin. Kerugian terbesar dari hilangnya laptop tersebut bukanlah nilai nominal atau fisik barangnya, melainkan dokumen digital yang ada di dalamnya. Laptop tersebut merupakan instrumen penting yang menyimpan database pelayanan sosial, program kerja, dan koordinasi kemanusiaan di Kabupaten Sukabumi.
”Untuk kerugiannya sih untuk laptop, mungkin data-data base… data-data semua itu ada di laptop tersebut,” ungkap Dikdik dengan nada penuh sesal.
Dikdik mengakui bahwa insiden kemalingan seperti ini baru pertama kali terjadi di lingkungan markas mereka yang biasanya dikenal aman dan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari pertolongan atau mendonorkan darahnya.
”Belum pernah kalau untuk kejadian kehilangan di daerah sini, daerah markas. Hanya waktu tadi pagi saja,” pungkas Dikdik.
Saat ini, rekaman CCTV yang memperlihatkan gerak-gerik pelaku telah dikantongi. Pihak PMI berharap pihak kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang tega mengusik fasilitas pelayanan kemanusiaan ini, agar data-data penting milik masyarakat bisa segera diselamatkan. (Suhendi Soex)












