SUKABUMISATU.com — Beberapa waktu setelah resmi dibuka untuk dilalui kendaraan, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wilayah II Jawa Barat kembali turun ke lokasi Duplikasi Jembatan Pamuruyan di ruas jalan nasional Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Ada apa?
Rupanya, kedatangan tim yang dipimpin langsung oleh Pengawas Lapangan PUPR Wilayah II Jabar, Asep, pada Selasa (9/6/2026) ini bertujuan untuk melakukan peninjauan mendetail pasca-pengoperasian. Langkah ini merupakan prosedur standar guna memastikan struktur bangunan tetap aman dan mendeteksi segala kekurangan demi penyempurnaan fasilitas.
Mengingat jalur ini merupakan urat nadi utama penghubung Sukabumi – Bogor yang setiap harinya menerima beban lalu lintas sangat padat, pemantauan performa jembatan menjadi hal yang sangat krusial.
“Baru beberapa hari jembatan ini kami serahkan untuk digunakan masyarakat, tepatnya sejak Kamis pekan lalu. Sebagai tanggung jawab kami, tentu harus ada pengecekan ulang. Kami ingin memastikan apakah ada perubahan struktur, keretakan, atau hal lain yang perlu diperbaiki segera akibat beban kendaraan yang lewat. Alhamdulillah hasilnya sangat baik dan aman,” ujar Asep di lokasi peninjauan kepada SukabumiSatu.com.
Hasil Pantauan Struktur dan Kondisi Lalu Lintas
Pemeriksaan yang dilakukan tim teknis meliputi seluruh bagian jembatan, mulai dari bagian atas permukaan jalan, dinding pembatas, lantai jembatan, hingga ke bagian bawah struktur utama dan bantaran sungai.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pembagian arus lalu lintas kini berjalan efektif:
Jembatan Baru: Khusus digunakan untuk kendaraan dari arah Bogor menuju Sukabumi.
Jembatan Lama: Digunakan untuk arus kendaraan dari arah sebaliknya (Sukabumi menuju Bogor).
Kabar baiknya, antrean panjang kendaraan yang biasanya menjadi pemandangan sehari-hari di titik kemacetan legendaris Pamuruyan kini sudah tidak terlihat lagi. Arus lalu lintas terpantau berjalan lancar, tertib, dan mengalir tanpa hambatan berarti.
Catatan yang Harus Segera Diselesaikan
Meski secara struktur utama dinyatakan aman 100 persen, tim teknis memberikan beberapa catatan penting terkait fasilitas pelengkap yang harus segera dituntaskan dalam waktu dekat.
- Beberapa pekerjaan rumah (PR) yang masih dalam proses penyelesaian antara lain:
- Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang belum terpasang sepenuhnya.
- Penebalan dan penegasan marka jalan.
- Pemasangan beberapa rambu petunjuk tambahan di sekitar lokasi.
Di akhir peninjauan, pihak PUPR mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar turut serta menjaga fasilitas negara ini. Pengendara diminta untuk tidak merusak bangunan jembatan serta tetap mematuhi aturan pembagian jalur yang sudah ditetapkan demi keselamatan bersama.
Reporter: Mawaldi
Editor: Demi Pratama Adiputra











