Selisih Bayar BBM Subsidi Viral, Pihak SPBU Surade Berikan Klarifikasi

Hasil Tangkapan Layar Status FB Sania Juliansyah.

SUKABUMISATU.com – Unggahan keluhan konsumen dengan nama akun Facebook Sania Juliansah yang menuduh seorang petugas SPBU Cimaja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi melakukan penipuan nominal harga, menjadi sorotan tajam netizen. Menanggapi rincian kronologi yang disebarkan konsumen, pihak manajemen dan pengawas SPBU angkat bicara demi meluruskan kesalahpahaman tersebut. Jum’at, (29/05/2026).

​Dalam status viralnya, Sania Juliansah membeberkan kronologi saat dirinya mengisi Solar Subsidi secara penuh (full tank) untuk mobil Mitsubishi Pajero miliknya. Ia menyebut sempat ingin membayar menggunakan barcode (QRIS), namun ditolak oleh petugas dan dialihkan ke pembayaran tunai.

​Menanggapi poin tersebut, Pengawas sekaligus Staf SPBU Cimaja, Elan Alamsyah, memberikan penjelasan terkait aturan operasional yang berlaku.

​”Untuk produk Solar Subsidi, sistem dispenser kami memang terintegrasi secara khusus untuk mencatat transaksi subsidi melalui skema tunai atau aplikasi resmi MyPertamina, bukan QRIS umum bebas. Jadi apa yang disampaikan petugas di lapangan sudah sesuai prosedur produk subsidi,” ujar Elan Alamsyah pada sukabumisatu.com Jumat (29/5).

Baca Juga  Penjual Dawet di Parakansalak, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Pada Anak di Bawah Umur

Titik Temu Selisih Rp357.000 vs Rp252.280

​Poin krusial dalam unggahan viral tersebut adalah ketika Sania Juliansah mengaku diminta membayar Rp357.000 secara tunai. Namun, sesaat setelah berjalan menjauh, ia kaget melihat notifikasi digital di aplikasi MyPertamina miliknya yang hanya mencatat transaksi sebesar Rp252.280 untuk volume 37,1 Liter. Hal ini membuatnya kembali ke dispenser dan menuduh operator berniat menipu karena dianggap ‘ngeles’ dengan alasan sistem eror.

​Mewakili operator yang bertugas, Elan Alamsyah menegaskan bahwa Saudara Budiansyah (operator yang bersangkutan) sama sekali tidak memiliki niat melakukan fraud atau manipulasi nominal. Kondisi di lapangan saat itu murni dipengaruhi faktor teknis pencahayaan luar ruangan.

Faktor Cuaca Terik & Layar Silau: Saat kejadian, cuaca di kawasan Surade sangat menyengat. Posisi layar monitor dispenser digital tersebut menghadap ke arah yang memantulkan sinar matahari secara langsung (glare) dari arah timur.

Baca Juga  Ladang Ganja di Gunung Bromo Terkuak, Larangan Drone Jadi Sorotan Ini Faktanya

Kesalahan Pembacaan Angka: Akibat pantulan cahaya matahari yang pekat, pandangan Budiansyah terganggu secara visual (silau). Ia salah membaca angka digital pada monitor dan mengira tangki menyentuh angka tiga ratus ribu rupiah, sehingga secara spontan menyebutkan angka Rp357.000.

Selesaikan Lewat Jalur Mediasi Resmi

​Pihak SPBU juga mengklarifikasi situasi saat suami konsumen melakukan panggilan video (video call) dengan nada tinggi. Pihak manajemen menyebut bahwa Saudara Budiansyah saat itu langsung menyadari kekeliruannya begitu melihat bukti otentik aplikasi konsumen. Ia pun langsung meminta maaf secara terbuka dan berniat mengembalikan seluruh uang selisih (retur) serta memperbaiki nota transaksi saat itu juga.

​Namun, pihak manajemen dan keluarga besar karyawan sangat menyayangkan tindakan konsumen yang tetap menyebarkan foto wajah Budiansyah secara vulgar tanpa sensor dengan narasi sepihak sebagai “tukang tipu”.

​”Sistem komputerisasi kami berjalan 100% transparan dan otomatis, tidak ada sepeser pun uang yang bisa dimanipulasi masuk ke kantong pribadi petugas. Kami sangat menyayangkan penghakiman massal secara digital ini karena berdampak berat pada psikologis karyawan kami. Oleh karena itu, hari ini manajemen SPBU Cimaja bersama perwakilan keluarga menjadwalkan agenda mediasi formal dengan Saudara Sania Juliansah di Sukabumi kota untuk menyelesaikan sengketa nama baik ini secara klir dan berkekuatan hukum,” tutup Elan Alamsyah.

Baca Juga  Truk Tangki BBM Terbakar di Bundaran Pasir Hayam, Api Lahap Ruko dan Pos Polisi

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *