SUKABUMISATU.com – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah berlantai tiga di Kampung Cisereug Ciapu Pasir, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, dilaporkan roboh setelah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi pada Sabtu sore (09/05/2026).
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, insiden ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Selain satu rumah yang mengalami rusak berat, kejadian ini juga mengancam pemukiman di sekitarnya.
Kronologi dan Dampak Kejadian
Hujan deras yang mengguyur wilayah Cisaat dalam durasi yang cukup lama diduga menjadi pemicu utama. Kondisi pondasi bangunan yang tidak kuat menahan beban rumah berlantai tiga tersebut mengakibatkan struktur bangunan ambruk total.
”Satu rumah milik Bapak Erwan rusak berat (roboh). Selain itu, reruntuhan material juga menimpa bagian depan dan samping rumah Ibu Ikah, seorang lansia,” ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisaat dalam laporannya.
Berikut adalah rincian dampak bencana di lokasi:
- Rusak Berat: 1 unit rumah (atas nama Bapak Erwan).
- Rusak Ringan: 1 unit rumah (atas nama Ibu Ikah).
- Terancam: 3 unit rumah warga lainnya.
- Fasilitas Umum: Akses jalan warga dan akses menuju MCK umum tertutup material reruntuhan.
Evakuasi dan Kondisi Terkini
Akibat kejadian ini, dua orang (2 KK) terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 85.000.000.
Kepala Desa Sukaresmi, Jalaludin, menyatakan bahwa hingga saat ini material reruntuhan belum bisa sepenuhnya dibersihkan. Hal ini dilakukan guna menghindari risiko adanya reruntuhan susulan.
”Material belum dibereskan karena dikhawatirkan ada ambrukan susulan dari sisa bangunan yang masih menggantung,” ungkapnya.
Upaya Penanganan
Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi bersama unsur perangkat Desa Sukaresmi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan warga setempat telah melakukan asesmen di lokasi kejadian.
Kebutuhan mendesak bagi para korban saat ini adalah bahan bangunan/material untuk memperbaiki kerusakan dan menormalisasi akses jalan yang terputus. Warga diimbau untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Reporter: Mawaldi
Sumber: Demi Pratama Adiputra










