Selasa,5 Mei 2026
Pukul: 15:58 WIB

Madrasah Al-Hidayah Surade Terbengkalai Dua Tahun, Warga Berharap Perhatian Pemkab Sukabumi

Madrasah Al-Hidayah Surade Terbengkalai Dua Tahun, Warga Berharap Perhatian Pemkab Sukabumi

Selasa, 5 Mei 2026
/ Pukul: 13:15 WIB
Selasa, 5 Mei 2026
Pukul 13:15 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMI — Warga Kampung Cidadap RT 04/05, Desa Pasir Ipis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, berharap adanya peran Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk membantu pembangunan kembali Madrasah Al-Hidayah yang telah terbengkalai selama kurang lebih dua tahun.

Bangunan yang sebelumnya merupakan bagian dari Masjid Jami Al-Hidayah itu kini dalam kondisi rusak parah dan tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengaji. Padahal, fasilitas tersebut menjadi satu-satunya sarana pendidikan keagamaan bagi warga setempat.

Ketua DKM Al-Hidayah, Muhsin, mengatakan kondisi bangunan saat ini sudah tidak layak dan membutuhkan renovasi total. Ia menyebut ukuran bangunan sekitar 10×6 meter dengan kondisi material yang sebagian besar telah lapuk.

“Bangunan madrasah ini ingin kami renovasi total karena kondisinya sudah rusak semua. Ukurannya sekitar 10×6 meter,” ujarnya.

Menurutnya, di kampung tersebut tidak ada alternatif tempat lain untuk kegiatan mengaji. Selama ini, Madrasah Al-Hidayah menjadi pusat kegiatan keagamaan warga.

Baca Juga  Wabup Iyos Paparkan Startegi Penerapan Sembilan Tatanan KKS

“Di kampung ini cuma ada ini, tidak ada tempat lain. Ini untuk DKM Masjid Al-Hidayah sekaligus madrasah,” katanya.

Muhsin menambahkan, kebutuhan biaya untuk renovasi diperkirakan mencapai lebih dari Rp50 juta, termasuk pembangunan fasilitas MCK. Saat ini, upaya yang dilakukan masih sebatas swadaya masyarakat.

“Kalau pakai bambu mungkin sebagian bisa swadaya, dengan tukang dua atau tiga orang. Tapi untuk material seperti pintu, kusen, dan atap sudah hancur dan lapuk,” jelasnya.

Ia juga menyebut bangunan tersebut telah kosong dan tidak digunakan selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Aziz, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada pengajuan proposal resmi ke pemerintah daerah. Meski sempat ada bantuan dari CSR, nilainya dinilai belum maksimal untuk mendukung pembangunan.

Baca Juga  35 Peserta Ikuti Tour de'Sejarah Sukabumi

“Pengajuan proposal belum, kemarin sempat ada dari CSR tapi belum maksimal,” ungkapnya.

Aziz berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan perhatian, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada nilai-nilai keagamaan.

“Harapannya ada perhatian dari Kabupaten Sukabumi. Program Pak Bupati kan agamis, sementara di sini sarananya belum ada untuk pengajian anak-anak dan orangtua,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan madrasah sangat penting untuk membentuk generasi yang mandiri dan religius.

“Supaya bisa menciptakan anak-anak yang mandiri dan agamis sesuai cita-cita Sukabumi Mubarakah,” tambahnya.

Di sisi lain, guru ngaji setempat, Yayan Zen, mengatakan saat ini terdapat sekitar 20 anak yang aktif mengaji, bahkan berpotensi bertambah dari kampung lain. Ia sendiri telah mengajar selama 17 tahun dan telah melahirkan banyak generasi.

Baca Juga  Dihadapan Kapolda, Bupati Marwan Sampaikan Apresiasi Program Aa Dede Curhat Dong Polres Sukabumi

“Anak-anak sekitar 20 orang, bahkan bisa lebih karena ada juga dari kampung lain,” ujarnya.

Yayan menuturkan, beberapa muridnya kini telah dewasa, bahkan ada yang menjadi ustaz. Hal itu menunjukkan pentingnya keberadaan madrasah sebagai pusat pendidikan agama di lingkungan tersebut.

“Sudah banyak generasi yang saya ajar, ada yang sudah menikah, bahkan ada juga yang jadi ustaz,” katanya.

Selain sebagai tempat belajar, lokasi tersebut juga memiliki nilai sosial dan budaya bagi warga. Setiap momen Idulfitri, masyarakat biasanya menggelar kegiatan makan bersama dan halal bihalal di area masjid.

“Biasanya setiap lebaran kita botram di sini, halal bihalal di sini. Tapi sudah dua tahun ini terpaksa dilakukan di luar,” ungkapnya.

Warga berharap, bangunan tersebut dapat segera dibangun kembali dan difungsikan sebagai madrasah agar kegiatan keagamaan dapat kembali berjalan normal.

Related Posts

Add New Playlist