SUKABUMISATU.com – Sebuah truk colt diesel bernomor polisi T 8017 AZ mengalami patah as roda saat melintasi jalur alternatif Nagrak–Cibadak, tepatnya di kawasan Kampung Marga Rahayu, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/4/2026) sore.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ini diduga kuat akibat beban muatan yang mencapai 10 ton briket serta medan jalan yang tidak sesuai dengan kapasitas kendaraan.
Sopir truk, Sanip (45), mengungkapkan bahwa dirinya terjebak di jalur tersebut karena mengikuti instruksi aplikasi navigasi. “Saya baru pertama kali mengantar ke sini, jadi murni ikuti Google Maps. Dari tol diarahkan masuk jalur alternatif, bahkan sempat diminta putar balik oleh warga karena katanya jalan di depan berbahaya,” ujar Sanip kepada sukabumisatu.com.
Truk yang berangkat dari Bekasi menuju Sukaraja tersebut akhirnya tak kuat menahan beban saat melintas di tanjakan hingga mengalami patah pada bagian as roda. Kondisi truk sempat miring dan nyaris terguling ke sisi jalan.
Irwan, seorang saksi mata yang juga petugas dari Dinas Sosial yang saat itu sedang berada di depan kantornya, menyebutkan bahwa warga langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
”Kejadiannya sekitar satu jaman yang lalu. Begitu lihat kondisi truk miring, saya bersama sopir dan warga inisiatif mencari bambu untuk mengganjal bak truk supaya tidak ambruk atau terguling,” kata Irwan di lokasi kejadian.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, arus lalu lintas di jalur alternatif Nagrak–Cibadak sempat mengalami ketersendatan. Warga setempat terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk memastikan kendaraan lain tetap bisa melintas.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya personel kepolisian di lokasi kejadian. Pihak sopir mengaku masih menunggu kedatangan pemilik armada (bos) yang dikabarkan sedang dalam perjalanan dari wilayah Sukaraja untuk membantu proses evakuasi muatan dan perbaikan kendaraan.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra












