SUKABUMISATU.com — Transformasi sistem peternakan ayam petelur di Indonesia mulai memasuki babak baru dengan hadirnya regulasi dan panduan teknis yang mendukung penerapan sistem cage-free.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025 tentang Kesejahteraan Hewan. Regulasi ini menjadi pijakan penting dalam mendorong praktik budi daya yang lebih berkelanjutan.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, buku “Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia” resmi diterbitkan pada 1 Desember 2025 oleh Pertanian Press.
Buku ini disusun oleh Sandi Dwiyanto dan Mutzu Huang dari Lever Foundation dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, asosiasi, hingga pelaku industri.
Sandi Dwiyanto menjelaskan bahwa buku ini telah disesuaikan dengan kondisi lokal Indonesia agar dapat langsung diterapkan oleh pelaku usaha.
“Buku ini tidak hanya membahas konsep dan prinsip teknis, tetapi juga pengalaman lapangan, analisis ekonomi, serta praktik manajemen yang telah diterapkan di Indonesia maupun negara lain,” katanya.
Menurutnya, panduan ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi sektor perunggasan nasional dalam menghadapi tuntutan pasar dan regulasi baru.
Prof Ali Agus, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, menegaskan bahwa perubahan menuju sistem yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan merupakan keniscayaan.
Ia menyebut negara-negara seperti Eropa telah meninggalkan sistem battery cage, diikuti Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga sejumlah negara ASEAN.
“Indonesia perlu memposisikan diri sebagai bagian dari transformasi ini, bukan sekadar mengikuti,” tulisnya.
Selain faktor regulasi, tekanan pasar juga menjadi pendorong utama perubahan. Lebih dari 2.300 perusahaan global telah berkomitmen menggunakan telur cage-free dalam rantai pasok mereka.
Buku ini diharapkan menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan implementasi di lapangan, sehingga transformasi sistem peternakan dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan. Buku tersebut dapat diakses secara gratis dengan klik tautan ini (epublikasi.pertanian.go.id).







