Jampang Kulon Jadi Sentra Makan Bergizi Gratis, Yayasan Al Fathonah Launching SPPG Ciparay

Launching SPPG Jampangkulon Ciparay 02. Senin, (26/01/26).

SUKABUMISATU.com, JAMPANG KULON – Yayasan Al Fathonah secara resmi melakukan grand opening dan tasyakuran Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Ciparay di Kecamatan Jampang Kulon, Senin (26/01/2026). Peresmian ini menandai komitmen yayasan dalam mendukung visi Presiden melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Ketua Yayasan Al Fathonah, H. Usep, menyatakan bahwa kehadiran SPPG Ciparay ini merupakan langkah nyata dalam mencerdaskan anak bangsa demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

​”Hari ini SPPG Ciparay mengadakan grand opening, launching, sekaligus tasyakuran. Kami berkomitmen menjaga amanah visi-misi Presiden agar anak bangsa kuat dan mandiri sebagai pondasi masa depan,” ujar H. Usep kepada awak media.

Sasar 3.000 Penerima Manfaat

​H. Usep menjelaskan bahwa berdasarkan aturan baru, SPPG Ciparay akan melayani total 3.000 penerima manfaat. Jumlah tersebut mencakup lintas wilayah, termasuk sekolah-sekolah yang berada di bawah binaan Kecamatan Cibitung.

Baca Juga  Menguji Nyali Program Makan Bergizi di Wilayah Cibadak, Korwil BGN: Kepala Dapur yang Lalai Bakal Dievaluasi Total!

​”Penerima manfaat terdiri dari 2.500 anak sekolah dan 500 dari sektor Posyandu, yaitu kelompok B3 (ibu menyusui, ibu hamil, dan balita),” jelasnya.

Kelola 8 Dapur dan Serap Tenaga Kerja Lokal

​Hingga saat ini, Yayasan Al Fathonah telah mengelola total 8 dapur yang tersebar di beberapa wilayah, meliputi Jampang Kulon (3 dapur), Waluran (2 dapur), Tegal Buleud (1 dapur), Kalibunder (1 dapur), dan satu lokasi di Cibalong, Garut.

​Program MBG ini pun memberikan dampak ekonomi signifikan (multiplier effect) bagi masyarakat sekitar. H. Usep merinci bahwa setiap satu unit dapur menyerap sekitar 50 tenaga kerja.

Baca Juga  Miris! Kepsek SD Negeri Lecehkan Belasan Murid di Jampangkulon Sukabumi

​”Satu dapur memberdayakan 47 relawan, 1 ahli gizi, 1 akuntan, dan 1 kepala dapur. Kami juga memastikan 75 persen kebutuhan bahan baku diambil dari potensi lokal, seperti beras dan sayur-sayuran dari petani setempat,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

​Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Jampang Kulon dan Cibitung, perwakilan Puskesmas, PGRI, serta para kepala sekolah. H. Usep menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang konstruktif demi perbaikan pelayanan gizi di masa mendatang.

​”Kami terus berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh stakeholder agar program ini berjalan transparan dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Baca Juga  Sekolah Berhak Menolak? Menilik Aturan BGN Terkait Protes Distribusi Makan Gratis di Sukabumi

Redaktur: Demi Pratama Adiputra

Reporter: Maulana Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *