SUKABUMISATU.COM – Belasan warga di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan aksi nyata dengan bergotong royong memperbaiki kerusakan di Jalan Nasional Sukabumi-Palabuhanratu, tepatnya di kawasan Tanjakan Baeud, Minggu (25/01/2026).
Aksi pengecoran jalan secara swadaya ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan masyarakat terhadap kondisi jalan yang kian memprihatinkan dan sering memicu kecelakaan lalu lintas.
Koordinator aksi, Eli Nurnandi yang akrab disapa Eli Keling (50), mengungkapkan bahwa lubang-lubang di tanjakan tersebut sudah sangat dalam dan membahayakan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat.
”Hari ini saya beserta kawan-kawan melakukan aksi pengecoran jalan yang lubangnya sudah dalam di posisi menanjak. Kondisi ini sering mengakibatkan patah as roda belakang. Kalau remnya tidak kuat, kendaraan bisa terguling dan memicu kemacetan parah,” ujar Eli Keling kepada SukabumiSatu.com di lokasi.
Hasil Patungan dari Sopir
Eli menjelaskan bahwa biaya pembelian material semen berasal dari uang sukarela para sopir yang melintas. Sementara untuk peralatan pendukung seperti HT dan lampu lalu lintas, merupakan inventaris dari perusahaan tempatnya bekerja, PT Karya Muda Sejahtera (KMS).
”Kami kumpulkan uang pemberian dari sopir-sopir, lalu dibelikan semen untuk mengecor jalan sebelum ada perbaikan resmi dari instansi terkait,” tambahnya.
Kondisi jalan di Tanjakan Baeud memang dikenal ekstrem karena kontur tanah yang labil dan penuh patahan. Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) saat malam hari menambah risiko bagi pengguna jalan.
Kritik Pedas untuk Wakil Rakyat
Aksi swadaya warga ini pun memicu kritik pedas dari para pengguna jalan, terutama yang ditujukan kepada anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sukabumi. Mereka dinilai “tutup mata” terhadap status jalan nasional yang menjadi urusan pusat tersebut.
”Mana suara anggota DPR RI kita? Ini jalan nasional, kewenangan pusat, harusnya mereka vokal mendesak Kementerian PUPR. Jangan cuma datang pas mau Pemilu saja, sementara tiap hari kami bertaruh nyawa di jalan berlubang ini,” cetus Herman (42), salah seorang sopir truk yang melintas.
Hal senada diungkapkan Eli Keling yang berharap pemerintah pusat segera turun tangan. “Harapan kami secepatnya ada perbaikan permanen, terutama di Tanjakan Baeud, dan mohon lampu PJU dipasang kembali,” tegasnya.
Himbauan untuk Pengendara
Mengingat perbaikan yang dilakukan warga bersifat sementara, Eli menghimbau agar para pengendara yang melintasi jalur Sukabumi – Palabuhanratu tetap waspada.
”Himbauan untuk masyarakat pengguna jalan, kalau melintas di Tanjakan Baeud harus ekstra hati-hati,” pungkasnya.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra








