SUKABUMISATU.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Warungkiara Kelas II A, Kurnia Panji Pamekas, membuat gebrakan baru dalam tiga bulan masa jabatannya. Ia memanfaatkan lahan kosong di lingkungan lapas untuk ditanami buah melon, dengan melibatkan warga binaan secara aktif dalam proses pertanian, mulai dari penanaman hingga masa panen.
Inisiatif ini, menurut Panji Pamekas merupakan bentuk implementasi dari program ketahanan pangan yang diusung Presiden Prabowo. “Penanaman melon ini adalah bagian dari pelaksanaan program ketahanan pangan Presiden Prabowo,” ujarnya kepada sukabumisatu.com, Senin (14/4/2025).
Tak hanya berfokus pada hasil, kegiatan ini juga memberikan manfaat langsung bagi warga binaan. Mereka yang terlibat dalam kegiatan pertanian akan mendapatkan bagian dari hasil panen. “Hak mereka akan diperhitungkan dari hasil panen, tergantung dari hasilnya nanti,” jelas Panji.
Lebih dari itu, program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian, sehingga setelah bebas nanti, mereka dapat memanfaatkan lahan di tempat tinggalnya untuk bertani secara mandiri. “Harapannya, ketika kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki kemampuan bertani yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Panen melon dari kebun binaan Lapas Warungkiara ini dijadwalkan akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan, sambil menunggu arahan dari Menteri dan menyesuaikan dengan kualitas buah sesuai kebutuhan pasar.
Dengan langkah ini, Lapas Warungkiara tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat pemberdayaan yang nyata bagi warga binaan, sejalan dengan program nasional ketahanan pangan. (Suhendi)









