Jembatan Kamandoran Cibadak Ambruk, Akses Pelajar dan Ekonomi Warga Terputus

Jembatan di Desa Karangtengah Cibadak yang rusak.

SUKABUMISATU.com, Cibadak – Mobilitas warga di Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami hambatan serius. Jembatan penghubung antar kampung di wilayah tersebut ambruk total pada Senin (19/1/2026) siang, sekitar pukul 14.15 WIB.

​Peristiwa robohnya jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 1 meter ini terjadi di Kampung Kamandoran RT 03 RW 09. Meski tidak memakan korban jiwa, ambruknya jembatan ini memutus jalur alternatif utama warga menuju pusat Kota Cibadak.

Detik-Detik Kejadian: Enam Pelajar Nyaris Jadi Korban

​Salah seorang warga setempat, Hasmi (30), menuturkan bahwa insiden tersebut terjadi saat jembatan sedang dilintasi oleh enam orang anak sekolah. Beruntung, empat di antaranya berhasil menyeberang tepat sebelum struktur jembatan benar-benar runtuh.

Baca Juga  Rencana Dapur 'Makan Bergizi Gratis' Berujung Nestapa, Warga Kalapanunggal Tertipu Rekan Bisnis di Cibadak

​”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi kondisinya sangat membahayakan. Jembatan ini memang sudah lama digunakan warga dan saat kejadian ada anak sekolah yang lewat,” ujar Hasmi kepada awak media.

​Ambruknya jembatan ini berdampak langsung pada rutinitas harian warga, mulai dari pekerja, petani, hingga anak sekolah. Selama tiga hari terakhir, warga terpaksa mencari jalan tikus atau memutar arah hingga sejauh beberapa kilometer.

Kondisi Terkini Jembatan Kamandoran:

  • ​Status: Rusak total, tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
  • ​Fungsi: Jalur alternatif utama menuju pusat Kota Cibadak.
  • ​Riwayat: Terakhir kali mendapatkan perbaikan sekitar lima tahun lalu.
Baca Juga  Innalillahi! Kebakaran Hanguskan 3 Rumah di Cibadak, Kerugian Mencapai Rp 650 juta

 

Harapan Warga Kepada Pemerintah

​Warga Kampung Kamandoran mendesak pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan penanganan darurat. Mengingat peran jembatan ini sangat vital bagi akses pendidikan dan ekonomi masyarakat, perbaikan cepat sangat diharapkan.

​”Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Ini satu-satunya jalur alternatif paling cepat bagi kami untuk menuju Cibadak,” pungkas Hasmi.

​Hingga berita ini diterbitkan, material jembatan yang roboh masih belum dievakuasi dan belum ada tanda-tanda dimulainya perbaikan di lokasi kejadian.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *