Dibalik Sterilisasi 18 Gereja: Jibom Polda Jabar Sisir Titik Rawan di Sukabumi Kota

Tim Penjinak Bom saat sisir 18 Titik Rawan di Sukabumi Jepang Natal dan Tahun Baru.

SUKABUMISATU.COM, Kota Sukabumi – Pengamanan perayaan Natal 2025 di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota tidak dilakukan setengah hati. Guna menjamin kekhusyukan jemaat, tim elit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat dikerahkan untuk melakukan penyisiran total di 18 titik rumah ibadah, Rabu (24/12/2025).

​Langkah preventif berskala tinggi ini dilakukan untuk memastikan “Zero Hazard” sebelum puncak ibadah dimulai.

Penyisiran Detail: Dari Altar hingga Sudut Parkir

​Berdasarkan pantauan di lapangan, penyisiran yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) ketat. Petugas dengan alat deteksi logam dan pemindai bahan peledak memeriksa setiap jengkal area sensitif.

​Karendalops Operasi Lilin Lodaya 2025 Polres Sukabumi Kota, Kompol Deden Sulaeman, mengungkapkan bahwa sterilisasi ini merupakan bagian dari deteksi dini terhadap potensi ancaman teror maupun gangguan kamtibmas lainnya.

Baca Juga  Dokumen Polisi Bocor, Polda Jabar Garap Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan TPI Cisolok ?

​”Kami tidak ingin kecolongan. Fokus penyisiran meliputi ruang ibadah utama, altar, mimbar, deretan kursi jemaat, hingga area terluar seperti lokasi parkir dan lingkungan sekitar gereja,” tegas Deden saat ditemui di sela-sela pemantauan.

Hasil Penelusuran: Nihil Temuan Mencurigakan

​Setelah empat jam melakukan penyisiran intensif hingga pukul 12.00 WIB, tim Jibom menyatakan ke-18 gereja tersebut steril. Tidak ditemukan adanya unsur kimia berbahaya maupun material bahan peledak (handak).

​”Alhamdulillah, hasil pemeriksaan menyeluruh dinyatakan nihil. Ini adalah jaminan keamanan yang kami berikan agar saudara-saudara kita umat Kristiani dan Katolik bisa beribadah dengan rasa aman, nyaman, dan khidmat,” tambah Deden.

Skema Pengamanan Berlapis

Baca Juga  Ibadah Natal 2025 di Sukabumi Berlangsung Khidmat, Pengurus Gereja Apresiasi Kinerja Polres Sukabumi

​Meski hasil sterilisasi menunjukkan kondisi aman, Polres Sukabumi Kota tetap menerapkan skema pengamanan berlapis. Investigasi di lapangan menunjukkan adanya pengerahan personel dalam dua bentuk:

​Pengamanan Terbuka: Personel berseragam lengkap yang berjaga di gerbang dan pos pengamanan.

​Pengamanan Tertutup: Personel intelijen yang membaur untuk memantau pergerakan mencurigakan secara senyap.

​Operasi ini sebenarnya telah bergulir sejak 20 Desember 2025 dan dipastikan tetap siaga hingga masa Operasi Lilin Lodaya berakhir.

Ajakan Menjaga Toleransi

​Di akhir keterangannya, Kompol Deden Sulaeman menekankan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan hasil kolaborasi masyarakat. Ia mengimbau warga Sukabumi untuk tetap menjunjung tinggi nilai toleransi yang selama ini menjadi ciri khas kota ini.

​“Kami berharap situasi kondusif ini bertahan hingga pergantian tahun. Jika masyarakat melihat ada hal yang janggal atau mencurigakan, segera lapor ke petugas di lapangan,” pungkasnya.

Baca Juga  Mahasiswa Sukabumi Laporkan Oknum Polisi atas Tindakan Represif saat Aksi Unjuk Rasa ke Polda Jabar

Reporter: Aris

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *