SUKABUMISATU.com – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Balekambang, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, kian memprihatinkan. Selama belasan tahun, akses vital yang menghubungkan Kecamatan Kalibunder dengan Kecamatan Pabuaran ini diklaim hampir tidak pernah tersentuh perbaikan, hingga warga menyebutnya sebagai jalur maut.
Kondisi topografi desa yang berada di perbukitan membuat jalan ini dipenuhi tanjakan curam. Empat titik paling krusial—Tanjakan Cijeruk, Tanjakan Cigaru, Tanjakan Amir, dan Tanjakan Arif—dilaporkan dalam kondisi rusak parah tanpa aspal, hanya menyisakan bebatuan tajam dan tanah yang licin saat hujan.
Nyawa Menjadi Taruhan
Bukan sekadar menghambat ekonomi, rusaknya jalan berstatus milik Kabupaten ini telah memakan korban jiwa. Warga melaporkan bahwa kecelakaan sering terjadi akibat kendaraan yang tidak kuat menanjak atau tergelincir di jalur ekstrem tersebut.
Kusnadi, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa titik terparah berada di Tanjakan Cijeruk.
”Kalau Tanjakan Cijeruk itu parahnya sekitar 200 meter. Mobil dan motor susah sekali naik. Sudah sering terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa di sini. Kami sudah bosan hanya dijanjikan,” tegas Kusnadi saat dihubungi sukabumisatu.com Senin, (22/12/25).
Ia bahkan melontarkan kritik pedas terkait prioritas anggaran pemerintah saat ini. “Daripada buat MBG (Makan Bergizi Gratis), mending perbaiki jalan kami, Pak!” tambahnya.
Suara dari Pelosok untuk Presiden
Senada dengan Kusnadi, Deri, pemuda setempat yang kerap melintasi jalur tersebut, menyatakan bahwa warga merasa seperti dianaktirikan oleh pemerintah daerah maupun pusat.
”Kami merasa tidak dianggap sebagai warga Jawa Barat. Belasan tahun kami lewat jalan seperti sungai kering. Kalau ada orang sakit atau ibu hamil yang mau melahirkan, taruhannya nyawa karena ambulans pun sulit masuk dengan cepat. Kami butuh bukti, bukan sekadar kunjungan saat kampanye,” ujar Deri dengan nada tinggi.
Viral di Media Sosial
Kekecewaan warga kini mulai tumpah ke media sosial. Berbagai video yang memperlihatkan sulitnya kendaraan melintas diunggah melalui platform Facebook dan TikTok. Dalam video-video tersebut, warga secara terbuka me’mention akun resmi Gubernur Jawa Barat hingga Presiden Prabowo Subianto.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas PU Kabupaten Sukabumi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana perbaikan jalur penghubung antar-kecamatan tersebut. Warga mengancam akan terus menyuarakan keluhan mereka hingga alat berat benar-benar turun ke lokasi.
Reporter: Maulana Yusuf
Editor: Demi Pratama Adiputra











