SUKABUMISATU.com, PALABUHANRATU – Penantian masyarakat terhadap perbaikan permanen Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan RSUD Palabuhanratu, mulai menemui titik terang. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi kini tengah merombak total jalan tersebut dengan konstruksi beton (rigid) guna mengakhiri siklus kerusakan yang kerap terjadi selama bertahun-tahun.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, memantau langsung proses pengerjaan di lapangan pada Rabu (15/4/2026). Mengenakan sepatu bot kuning dan rompi dinas, Uus memastikan kualitas beton yang dihamparkan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Progres Capai 51 Persen
Uus mengungkapkan bahwa meskipun secara kontrak pekerjaan ditargetkan selesai pada 30 Juni, ia optimis pengerjaan di lapangan bisa rampung lebih cepat.
”Mudah-mudahan sesuai target. Tapi melihat progres sekarang yang sudah mencapai 51 persen, hitungan kami awal Juni insyaallah sudah bisa tuntas seluruhnya,” ujar Uus kepada awak media di lokasi proyek.
Solusi Drainase dan Grill Besi
Bukan tanpa alasan jalan ini sering dijuluki warga sebagai “langganan proyek”. Kondisi drainase yang buruk seringkali membuat aspal cepat mengelupas akibat genangan air. Untuk itu, selain betonisasi, DPU juga membenahi saluran air secara menyeluruh.
”Kami lakukan penanganan drainase dan pemasangan grill atau besi penutup di pintu masuk rumah sakit. Ini krusial agar air bah dari area rumah sakit langsung tersalurkan ke parit dan tidak lagi menggenang di badan jalan,” jelasnya.
Kualitas Terjamin Uji Lab
Menjawab kekhawatiran warga soal ketahanan jalan, Uus menjamin bahwa material yang digunakan telah melewati pengujian ketat.
Kualitas: Material beton sudah masuk uji laboratorium dan dinyatakan memenuhi syarat.
Kuantitas: Volume dan dimensi pengerjaan diklaim sesuai dengan dokumen kontrak.
Tanggung Jawab: “Saya turun langsung karena jika ada persoalan, saya yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Rekayasa Akses Masuk RSUD
Selama proses pengecoran, khususnya saat pemasangan Lean Concrete (LC), akses masuk utama RSUD Palabuhanratu akan dilakukan rekayasa. Jalan yang baru dicor tidak boleh dilalui kendaraan selama minimal satu hari agar pengerasan maksimal.
”Kami memohon maaf kepada masyarakat jika pelayanan sedikit terganggu karena pintu masuk ditutup sementara. Ini demi kenyamanan jangka panjang agar akses ambulans dan pasien nantinya tidak lagi terhambat lubang,” pungkas Uus.
Diharapkan dengan selesainya proyek ini, mobilitas menuju fasilitas kesehatan utama di Palabuhanratu tersebut menjadi lebih lancar dan tidak lagi terkendala oleh infrastruktur yang rusak. (Redaksi)











