Sembako Murah di Karang Tengah Diserbu Warga, Ada yang Kecewa Tak Kebagian Kupon

Bupati Sukabumi saat membagikan sembako gratis di Cibadak Sukabumi. Sabtu, (20/12/25).

SUKABUMISATU.com – Ratusan warga memadati Aula Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (20/12/2025). Kedatangan mereka bertujuan untuk berburu paket sembako murah dalam kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

​Pantauan di lokasi, antrean warga sudah mengular sejak pagi hari. Mereka rela menunggu demi mendapatkan paket kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih miring dibanding harga pasar.

​”Alhamdulillah, sangat membantu karena sekarang harga beras dan kebutuhan lain lagi naik,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Pengamanan Ketat Aparat Gabungan

​Guna memastikan situasi tetap kondusif, aparat gabungan dikerahkan ke lokasi. Personel dari Polsek, Koramil, Satpol PP Kecamatan, hingga Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi tampak berjaga dan mengatur alur antrean agar tidak terjadi penumpukan massa yang berlebihan.

Baca Juga  Truk Diduga Keluar Jalur, Avanza dan Motor Terseret di Depan SPBU Lodaya Cibadak, Satu Pengemudi Luka

​Kegiatan ini sengaja digelar sebagai langkah konkret pemerintah untuk menekan dampak inflasi dan membantu daya beli masyarakat di tengah melambungnya harga pangan.

Keluhan Warga Soal Sosialisasi Kupon

​Meski disambut antusias, pelaksanaan kegiatan ini menyisakan keluhan terkait sistem distribusi kupon. Beberapa warga mengaku kecewa karena sudah jauh-jauh datang namun tidak bisa membeli paket sembako lantaran tidak memiliki kupon.

​Salah satunya dialami oleh Ibu Iis, warga Kampung Salamanjah RT 04 RW 07, Desa Batununggal. Ia mengaku sengaja datang karena terdesak mahalnya harga beras di pasar, namun terpaksa gigit jari karena tidak mendapatkan informasi soal mekanisme kupon sebelumnya.

Baca Juga  Dukung Pembangunan Alun-alun, Fasilitas Umum di Sagaranten Bertambah, Gedung Serbaguna dan Masjid Baru Siap Digunakan

​”Kirain bisa langsung beli, soalnya di pasar harga beras mahal. Baru pertama kali ke sini, pengen kebagian tapi bingung karena nggak dapat informasi kalau harus pakai kupon,” ungkap Ibu Iis kepada awak media.

​Ia berharap, ke depannya pemerintah atau panitia penyelenggara lebih gencar melakukan sosialisasi hingga ke tingkat RT/RW agar informasi tidak simpang siur dan bantuan lebih tepat sasaran.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *