Sirine Peringatan Tsunami Menggelegar di Sukabumi: BPBD Pastikan Sistem Siap Hadapi Situasi Darurat

Pantai Citepus saat terjadi gelombang pasang, Desember 2024. Sumber foto: Info Plara

SUKABUMISATU.com — Suara sirine peringatan dini tsunami menggetarkan kawasan Palabuhanratu dan sekitarnya pada Rabu (26/11/2025). Meski sempat membuat sebagian warga bertanya-tanya, bunyi sirine tersebut merupakan bagian dari uji aktivasi sistem peringatan dini yang digelar Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi.

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat peringatan dini tsunami berfungsi optimal apabila bencana sewaktu-waktu terjadi di wilayah pesisir selatan Sukabumi.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Entis Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa tes sirine dilaksanakan terpusat dari ruang utama Pusdalops dengan pemantauan di lima titik lokasi. Hasilnya, seluruh sistem dinyatakan bekerja dengan baik tanpa kendala.

Baca Juga  Longsor Terjang Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia Tertimbun Material

“Tes aktivasi ini penting untuk memastikan kesiapsiagaan. Semua device berbunyi dengan sempurna, baik di pusat kontrol maupun titik pantai,” ujarnya.

Adapun hasil pengecekan di setiap titik sebagai berikut:

1. Ruang Utama Pusdalops BPBD Sukabumi

Status: Baik dan berfungsi normal.

 

2. Site SDKP

Sistem: Online

Kondisi lapangan: Alat berbunyi normal, tidak ditemukan gangguan.

 

3. Site Balawista

Sistem: Online

Kondisi lapangan: Alat aktif, berfungsi baik.

 

4. Site Geopark

Sistem: Online

Kondisi lapangan: Sirine berbunyi tanpa kendala.

 

5. Kelurahan Palabuhanratu

Sistem: Online

Kondisi lapangan: Berfungsi normal.

 

6. Pantai Loji Simpenan

Baca Juga  Api Cemburu Membara di Palabuhanratu, CCTV Ungkap Detik-Detik IS Beli Bensin Sebelum Rumah Kekasihnya Terbakar

Sistem: Online

Kondisi lapangan: Alat merespons dengan baik.

 

Menurut Entis, pengujian berkala seperti ini menjadi kunci untuk memastikan kesiapsiagaan Kabupaten Sukabumi dalam menghadapi potensi bencana megatsunami yang sewaktu-waktu bisa terjadi akibat aktivitas tektonik di selatan Jawa.

“Kami memastikan masyarakat tidak panik. Ini bagian dari upaya BPBD untuk menjaga sistem tetap siap dan responsif,” tambahnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memahami bahwa suara sirine yang terdengar merupakan bagian dari prosedur peningkatan kapasitas mitigasi bencana.

Dengan seluruh titik sirine berfungsi optimal, Kabupaten Sukabumi dipastikan lebih siap menghadapi ancaman bencana, terutama di kawasan pesisir yang memiliki risiko tinggi.

Baca Juga  Gempa Bumi di Jepang Berpotensi Tsunami, BMKG : Tidak Berpotensi ke Indonesia

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *