Ucok Haris Maulana dan Keluarga Bertemu Jokowi, Isu Merapat ke PSI Mencuat

Ucok Maulana Haris dan keluarganya saat berkunjung ke kediaman Mantan Presiden Jokowi. (Istimewa).

SUKABUMISATU.com – Sebuah foto yang memperlihatkan mantan Wakil Bupati Sukabumi Ucok Haris Maulana Yusuf bersama istrinya duduk akrab dengan mantan Presiden Joko Widodo dan Iriana Jokowi beredar luas di media sosial.

Dari foto tersebut, terlihat suasana hangat dan penuh keakraban di antara mereka. Latar tempat yang tampak seperti bagian rumah pribadi Jokowi di Kota Solo semakin menguatkan dugaan bahwa pertemuan itu berlangsung di kediaman mantan presiden tersebut.

Saat dikonfirmasi, Ucok Haris membenarkan bahwa foto tersebut memang diambil di rumah Presiden Jokowi belum lama ini. Namun, ia menegaskan bahwa kunjungannya bersifat kekeluargaan semata.

“Itu kunjungan kekeluargaan saja. Kalau pun dikaitkan dengan PSI atau politik, peluangnya mungkin ada di anak saya, Yuda,” ujar Ucok singkat.

Baca Juga  Matangkan Konsolidasi, DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi Intensifkan Roadshow di Seluruh Dapil

Ucok Haris, yang dikenal pernah menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem Kabupaten Sukabumi dan juga Ketua DPD PDI Perjuangan, tak menampik ketertarikannya pada partai berlambang gajah putih tersebut.

Senada dengan ayahnya, Yudanagara Maulana Yusuf, putra Ucok, juga terlihat berfoto bersama Kaesang Pangarep, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Saat dihubungi redaksi, Yuda mengaku tertarik dengan semangat dan keterbukaan PSI yang dianggap mewakili generasi muda.

 

“Kalau disebut minat, saya masih melihat-lihat. Tapi kalau dari sisi keterbukaan, PSI adalah salah satu partai yang paling terbuka, terutama bagi generasi muda,” ungkap Yuda, Jumat (24/10/2025).

 

Baca Juga  Dede Abdul Latief Resmi Pimpin DPD PSI Kabupaten Sukabumi, Bidik Kuasai Parlemen di Pemilu 2029  

Terkait isu pergeseran beberapa kader Nasdem ke PSI, Yuda menegaskan dirinya tidak ingin terbawa arus. Ia menilai, keputusan masuk ke partai politik seharusnya didasari kesamaan ideologi dan gagasan, bukan sekadar tren.

“Masuknya beberapa tokoh besar ke PSI mungkin bisa membuat PSI lolos ke Senayan pada 2029. Tapi bagi saya, yang menarik adalah ide dan gagasan PSI. Saya melihat ada semangat Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di sana,” jelasnya.

Yuda menambahkan, PSI menjadi satu-satunya partai yang berani mengajak publik berdiskusi tentang sistem parlementer sebagai alternatif sistem politik Indonesia. Menurutnya, gagasan tersebut selaras dengan pemikiran Hatta dan Sjahrir serta mencerminkan nilai sila keempat Pancasila.

Baca Juga  Ketua DPD PSI Sukabumi Soroti Dugaan Eksploitasi Anak dan Perempuan oleh Taman Safari Indonesia

Meski demikian, Yuda menegaskan belum menentukan sikap apakah akan berpindah haluan politik dari Nasdem ke PSI. (Demi Pratama Adiputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *