Overload dan Abaikan Larangan, Mobil Tambang Ganggu Perbaikan Jalan Provinsi di Jampang Tengah

Truk tambang yang terguling di Jalan Provinsi, Jampang Tengah. Jum'at, (24/10/25).

SUKABUMISATU.com – Proses perbaikan jalan provinsi di wilayah Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, terganggu akibat aktivitas mobil tambang berkapasitas besar yang tetap beroperasi di tengah proyek. Bahkan, salah satu truk tambang yang diduga overload terguling di badan jalan yang sedang diperbaiki, memicu kemacetan panjang hingga berjam-jam. Jum’at, (24/10/25).

Pantauan di lokasi, mobil tambang dengan ukuran besar masih hilir mudik membawa material batu kapur, meski jelas terdapat larangan melintas sementara selama proses buka-tutup jalan berlangsung. Kondisi ini bukan hanya menghambat pekerjaan perbaikan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

“Mobil-mobil ini kan yang dulunya merusak jalan. Sekarang saat jalannya mau diperbaiki tetap saja tidak berhenti dulu. Padahal ini jalan umum untuk kepentingan masyarakat,” ujar Ridwan, warga Jampang Tengah yang melintas di lokasi, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga  Usulkan “School Kitchen” Gantikan Dapur SPPG, Gubernur Kompak dengan Menteri Pendidikan

Warga menilai perilaku operator tambang dan sopir truk tersebut mencerminkan ketidakpatuhan terhadap aturan serta abai terhadap kepentingan publik.

 

Disebut Mirip Kasus Parungpanjang

Sejumlah warga bahkan membandingkan kondisi di Jampang Tengah dengan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, yang sempat menjadi sorotan akibat aktivitas tambang serupa dan akhirnya ditutup sementara oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Dedi Mulyadi.

“Tolonglah buat Pak Dedi tutup saja tambang ini. Karena sangat merugikan kami sebagai masyarakat umum yang menggunakan jalan ini. Apalagi kabarnya mereka belum punya izin resmi, bongkar saja, Pak Dedi,” ucap Miftah (38), warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

 

Overload Jadi Biang Kerusakan

Menurut warga, muatan berlebih pada truk tambang menjadi penyebab utama kerusakan jalan provinsi tersebut. Jalan yang seharusnya bisa bertahan lama justru cepat rusak akibat beban angkutan yang melebihi kapasitas.

Baca Juga  Anak Tenggelam di Sungai Cimandiri, Pencarian Masih Dilakukan

“Akhirnya terguling kan, akibat himbauan tidak diindahkan. Padahal sudah jelas terpampang larangan melintas dari pihak pelaksana proyek. Kalau sudah begini, masyarakat juga yang kena dampaknya. Kemarin itu sampai macet empat jam. Kalau normal, paling antri 15 sampai 20 menit saja,” tutur Abdilah Asmara, warga Jampang Tengah lainnya.

 

Perlu Ketegasan Pemerintah

Warga mendesak pemerintah provinsi dan penegak hukum untuk turun tangan. Mereka menilai aktivitas tambang tanpa pengawasan ketat hanya akan membuat program perbaikan infrastruktur menjadi sia-sia.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek perbaikan jalan provinsi maupun pengelola tambang batu kapur belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tergulingnya truk dan dugaan pelanggaran izin tersebut.

Baca Juga  Safari Cinta Dedi Mulyadi di Surade Sukabumi

Reporter: Najli Fikri

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *