Sabtu,23 Mei 2026
Pukul: 02:17 WIB

Tulang Punggung di Usia 76 Tahun, Ma Wawan Hidupi Anak dan Cucunya di Rumah Roboh

Tulang Punggung di Usia 76 Tahun, Ma Wawan Hidupi Anak dan Cucunya di Rumah Roboh

Selasa, 9 September 2025
/ Pukul: 15:55 WIB
Selasa, 9 September 2025
Pukul 15:55 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Hidup di usia senja seharusnya menjadi masa tenang bagi seorang nenek. Namun, hal itu tidak dirasakan oleh Ma Wawan (76), warga Kampung Nugraha, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi. Sejak rumah peninggalan almarhum suaminya roboh akibat bencana pergerakan tanah lima bulan lalu, kini ia harus tetap bertahan dalam bangunan roboh bersama anak dan cucunya.

 

Atap rumah yang lapuk nyaris tak lagi mampu menahan derasnya hujan. Dinding yang roboh membuat angin leluasa menerobos, bahkan beberapa kali rumahnya disatroni maling. Kompor gas, tabung, televisi, hingga pompa air miliknya raib satu per satu. “Habis semua, sampai menangis saja sudah tidak ada lagi tenaga,” ucap Ma Wawan lirih sambil menahan air mata.

Baca Juga  Brak! Dapur Rumah Warga Cibadak Ambruk Diterjang Hujan Deras

 

Kesulitan hidup itu semakin berat karena anak lelakinya mengalami stroke sehingga tak bisa bekerja. Di tengah kondisi tersebut, ia juga masih harus mengurus cucunya yang yatim dan masih bersekolah. Tak ada pilihan lain, Ma Wawan yang renta itu tetap bekerja sebagai tukang urut, meski sudah sangat jarang yang menyuruhnya bekerja.

 

“Kalau ada yang minta diurut, baru saya punya uang. Itu pun paling dua minggu sekali. Jangankan memperbaiki rumah, untuk makan saja kadang saya dan cucu tidak ada. Pernah tidak makan sama sekali,” tuturnya dengan suara bergetar.

Baca Juga  Baznas Kab. Sukabumi Serahkan Bantuan Kursi Roda dan Keranda untuk Warga Desa Buniwangi Surade

 

Tetangga dan saudara kerap memberi bantuan sekadar untuk menyambung hidup. Namun, rasa sungkan selalu menyelimuti dirinya. “Malu kalau sering-sering, tapi bagaimana lagi,” katanya.

 

Kondisi memilukan Ma Wawan mengundang keprihatinan warga dan pemerintah Desa Buniwangi. Efri Darlin M Dachi, salah seorang warga yang peduli, mencoba berkoordinasi dengan aparatur desa untuk mencari solusi. “Kami tadi sudah diskusi dengan Pak Kades, Kadus, dan RT. Rencananya akan dilakukan perbaikan darurat rumah ibu ini, dan kami juga menawarkan pengobatan gratis di klinik kami,” ujar Dachi.

 

Kepala Desa Buniwangi, Hermawan Rudiansyah, menegaskan pihaknya sejak awal sudah melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD, Dinas Sosial, dan Perkim. Namun, karena saat itu banyak bencana serupa, bantuan tak kunjung turun. “Kami tidak bisa menunggu terlalu lama, jadi sekarang kita bergerak dengan swadaya warga. Jumat ini kami akan bergotong royong memperbaiki rumah Ma Wawan, agar setidaknya bisa layak huni sambil menunggu bantuan resmi,” jelas Hermawan. Selasa, (9/9/2025).

Baca Juga  Kisah Pilu Ubed Guru Madrasah Parakansalak: 25 Tahun Mengabdi Digaji Rp525 Ribu, Nyambi Sabit Rumput di Rumah Hampir Roboh

 

Di tengah keterbatasan, harapan masih ada. Kepedulian warga dan pemerintah desa menjadi cahaya kecil di rumah reyot Ma Wawan. Harapan sederhana seorang nenek: sebuah tempat tinggal yang aman, dan sedikit ruang lega bagi anak dan cucunya untuk melanjutkan hidup. (Demi Pratama Adiputra)

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)