SUKABUMISATU.com – Kerusakan parah pada ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Cikidang, Kalapanunggal, hingga Kabandungan, akhirnya memicu aksi swadaya dari masyarakat. Warga yang tergabung dalam Forum Aliansi Tiga Kecamatan secara bergotong royong melakukan perbaikan darurat sepanjang kurang lebih 20 kilometer.
Perbaikan dilakukan dengan cara menutup lubang menggunakan batu dan material seadanya. Hal ini terpaksa dilakukan karena kondisi jalan yang rusak berat telah lama dikeluhkan warga. Selain kerap memicu kecelakaan lalu lintas, jalur tersebut juga rawan tindak kriminal, terutama pada malam hari akibat minimnya penerangan jalan.
Rizdwan Adul Rahman atau akrab disapa Embod, Ketua Forum Aliansi Tiga Kecamatan, mengaku masyarakat sudah sangat geram dengan lambannya respons pemerintah.
“Sudah banyak kejadian kecelakaan, bahkan tindak kriminal, karena jalan rusak dan gelap. Masyarakat terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan dengan swadaya,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari para pengguna jalan. Fauzi, seorang pengendara mobil yang rutin melintas di jalur tersebut, mengaku sangat terganggu dengan kondisi jalan yang rusak. Meski begitu, ia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang peduli terhadap keselamatan bersama.
“Kondisi jalan memang menyulitkan, tapi saya sangat menghargai inisiatif warga yang turun langsung memperbaiki. Setidaknya ini bisa sedikit mengurangi risiko,” katanya.
Aksi swadaya ini juga menjadi bentuk protes masyarakat yang merasa diabaikan oleh pemerintah daerah. Mereka berharap, Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama dinas terkait segera mengambil langkah nyata dengan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.
“Harapan kami, pemerintah bisa mendengar keluhan warga dan segera memperbaiki jalan ini agar tidak lagi menelan korban,” tegas Rizdwan.
Jalur Cikidang–Kalapanunggal–Kabandungan sendiri merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan pusat kecamatan dengan wilayah pedesaan dan jalur wisata. Kondisi jalan yang terus memburuk dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian masyarakat, karena distribusi hasil pertanian maupun akses wisata menjadi terhambat.
Reporter: Suhendi Soex







