Sempat Halangi Pengguna Jalan, Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Gegerkan Warga Pamuruyan

Warga Pamuruyan Cibadak dengan ular sanca hasil tangkapan mereka. Jum'at (27/6/2025).

SUKABUMISATU.com – Warga Kampung Pamuruyan, RT 01/01, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dibuat geger dengan kemunculan seekor ular sanca batik sepanjang sekitar 3 meter, Jumat (27/6) malam.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB saat seorang warga, Om Iyang, hendak ke rumah sakit melewati gang kecil di kampung tersebut. Di tengah perjalanan, ia terhalang oleh seekor ular besar yang melintang di jalan gang.

Karena takut, Om Iyang langsung menghubungi anak-anak muda di sekitar lokasi. Beberapa warga yang datang, salah satunya Pepno, sempat mencoba menarik ekor ular tersebut. Namun, ular justru berbalik menyerang. Warga pun panik dan berlarian.

Baca Juga  Dinding Rumah Tergerus Longsor, Lansia di Pamuruyan Sukabumi Tewas Tertimpa Tembok

“Awalnya kami coba tarik ekornya, tapi malah nyerang. Akhirnya pada lari,” ujar Royan Aries, salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Tak ingin mengambil risiko, warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Pos Cibadak. Sebelum petugas datang, ular sempat merayap ke jalan raya.

Beruntung, seorang pengendara motor yang kebetulan melintas berani menghadang dan sempat berusaha menangkap ular tersebut. Sempat terjadi aksi saling tarik menarik antara warga dan ular, hingga reptil itu masuk ke dalam saluran air (solokan).

Tak lama berselang, petugas damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi. Proses penangkapan berlangsung cukup menegangkan mengingat ukuran ular yang cukup besar.

Baca Juga  Polisi Ungkap Temuan Mayat di Desa Pamuruyan, Ada Uang Ratusan Ribu di Saku Korban

Petugas akhirnya berhasil mengamankan ular sanca batik tersebut dan langsung membawanya ke pos damkar.

“Iya betul, tadi malam kami terima laporan ada ular besar masuk permukiman warga. Ular berhasil kami tangkap dan amankan,” kata salah satu petugas damkar Pos Cibadak.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Warga diimbau tetap waspada, terutama di musim kemarau seperti sekarang, saat satwa liar sering keluar dari habitatnya.

Reporter : Suhendi

Editor : Candra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *