SUKABUMISATU.com – Proyek pembangunan Jembatan Pamuruyan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kian menimbulkan tanda tanya besar. Meski sudah menelan anggaran miliaran rupiah, hingga kini jembatan duplikasi yang digadang-gadang mampu mengurai kemacetan jalur nasional Sukabumi–Bogor itu masih mangkrak tanpa kejelasan.
Warga sekitar menilai pemerintah gagal menuntaskan pembangunan yang sudah berulang kali dijanjikan. Sejumlah laporan hukum terkait dugaan penyimpangan proyek bahkan sudah dilayangkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sejak 2024 lalu. Namun, hingga Oktober 2025, belum ada perkembangan berarti dari proses hukum tersebut.
“Yang rugi masyarakat. Setiap hari macet di Cibadak, sementara jembatan baru tidak selesai-selesai. Padahal uang negara sudah keluar besar,” keluh M.Yusuf salah seorang warga yang kerap melintas. Jum’at , (3/10/25).
Mangkraknya proyek ini semakin memicu keresahan, terlebih insiden ambruknya bagian pelebaran jembatan lama pada 2022 lalu masih membekas di ingatan warga. Alih-alih mempercepat pembangunan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas, proyek justru terhenti di tengah jalan.
Kondisi lalu lintas di kawasan Pamuruyan pun makin semrawut. Kendaraan berat dan padatnya arus kendaraan harian membuat jalur Cibadak–Bogor menjadi titik kemacetan kronis.
Publik kini mempertanyakan keseriusan pemerintah pusat maupun daerah dalam menuntaskan proyek vital tersebut. Dengan dana miliaran yang sudah digelontorkan, warga berharap ada langkah nyata, bukan sekadar janji tanpa realisasi.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra








