SUKABUMISATU.COM – Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan doa bersama dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar oleh FSPTSK-SPSI Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sebuah langkah positif dan baru pertama kali terjadi di Sukabumi dalam sejarah peringatan May Day.
“Luar biasa sekali, baru kali ini dalam sejarah peringatan May Day diisi dengan doa bersama. Alhamdulillah, ini bisa menjawab dengan situasi yang kondusif, aman, dan tertib. Sehingga kegiatan May Day berjalan lancar tanpa ada gangguan,” ungkap Wakil Bupati.
Lebih lanjut, ia menyinggung situasi ketenagakerjaan saat ini yang tak lagi hanya menjadi persoalan lokal, namun juga dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan luar negeri. Dalam kesempatan tersebut, dirinya berharap momentum Hari Buruh bisa menjadi penguat solidaritas, sekaligus mendoakan agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal akibat dampak kebijakan global.
Di sisi lain, Wakil Bupati juga menyoroti persoalan kebersihan di wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya maraknya sampah yang berserakan di jalan-jalan nasional. Ia menilai persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat dan stakeholder terkait.
“Kemarin sempat viral soal sampah di Cibadak dan beberapa titik lain. Masalah ini nggak bisa dianggap sepele, bukan cuma urusan pemerintah. Saya sudah sampaikan berulang kali di setiap kesempatan tentang pentingnya pengelolaan sampah. Bahkan ada informasi salah satu karyawan yang pagi-pagi justru membuang sampah ke jalan. Ini harus kita hindari,” tegasnya.
Wakil Bupati mengajak semua pihak untuk bersepakat dan bersama-sama mengelola sampah dengan manajemen yang baik. Menurutnya, tak sedikit masyarakat yang masih kesulitan mencari lokasi pembuangan sampah sementara, sehingga ke depan fasilitas tersebut perlu dibenahi.
“Kita bareng DLH ingin menyampaikan soal sampah, khususnya di jalan nasional dan jalur protokol. Ini kan muka kita, percuma di dalam bersih kalau luarnya kotor,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal permasalahan angkutan sampah yang kerap kali rusak hingga mogok selama beberapa hari. Kondisi ini menurutnya menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah yang semestinya bisa dimulai dari lingkungan terkecil, seperti RT dan RW.
“Permasalahan sampah ini bukan sekadar soal angkutan. Harus ada pengelolaan dari lingkungan masing-masing. Jangan sampai semua numpuk di kabupaten, berat. Kita ingin semuanya berjibaku, saling membahu. Pengelolaan di lingkungan itu penting. Ke TPA itu solusi terakhir,” pungkasnya.
Wakil Bupati berharap ke depan setiap lingkungan di Sukabumi bisa lebih mandiri dalam mengelola sampah, sehingga kebersihan wilayah tetap terjaga dan persoalan lingkungan bisa ditangani secara bersama-sama.











