SUKABUMISATU.com — Sebuah video memperlihatkan aktivitas pengerukan karang di kawasan Pantai Minajaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan warganet.
Video berdurasi sekitar 20 detik yang diunggah oleh akun Facebook “Minajaya Bersatu” menampilkan sebuah alat berat jenis excavator tengah beroperasi di tepi pantai. Excavator tersebut tampak menggunakan hydraulic breaker, alat tambahan untuk memecah karang di sekitar area pesisir.
Kegiatan tersebut disinyalir merupakan bagian dari pembangunan tambak udang milik PT BSM, yang diketahui telah berlangsung sejak Januari lalu. Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi merusak ekosistem laut dan pesisir Minajaya yang selama ini dikenal memiliki potensi wisata bahari.
Unggahan video itu menuai berbagai komentar dari masyarakat. Beberapa warganet mengungkapkan kekecewaan dan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan pantai.
Seorang pengguna Facebook, Shoe’onk Irawan, menulis: “Laut adalah rumah bagi ribuan spesies di muka bumi, jaga dan lestarikan agar kehidupan tetap berlanjut. Karena nenek moyang kita pelaut, jika mereka memaksa — tenggelamkan.”
Komentar lain dari Ririn Hanjjeli menyinggung soal sikap diam pihak berwenang: “Semua pasti akan bungkam karena mungkin mereka sudah kebagian jatah atau ini yang disebut pembiaran. Maaf kalau kata-kataku salah.”
Sementara itu, Satria J Wiguna menuliskan kritik keras: “Laut dihancurkan, gunung dihancurkan oleh para pemimpin yang haus akan proyek dan cuan.”
Dan akun Asep Sugiri Knc menambahkan,“Laut ancur, pemandangan musnah.”
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi belum memberikan tanggapan resmi terkait aktivitas pengerukan karang yang menjadi polemik publik tersebut.
Reporter: Maulana Yusuf
Editor: Demi Pratama Adiputra











