Umar, Driver Ojol Sukabumi yang Jadi Korban Salah Tangkap Aparat, Pulang dengan Luka dan Harapan

Kapolres dan Bupati Sukabumi Asep Japar saat mengunjugi kediaman Umar di Cikidang. Senin, (1/9/2025).

SUKABUMISATU.com – Senin (1/9/2025) sore, Kampung Sukamukti di Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, dipenuhi suasana haru. Warga berbondong-bondong menyambut kepulangan Moh. Umar Amiruddin (31), seorang driver ojek online yang baru saja pulih dari luka parah akibat salah tangkap aparat saat kericuhan demo di Jakarta, Kamis (28/8/2025) lalu.

 

Luka yang Bukan Miliknya

Bukan aktivis, bukan provokator. Umar hanyalah seorang pekerja keras yang merantau ke Jakarta sejak 2015, tinggal di kawasan Slipi, Jakarta Barat, dan menggantungkan hidup sebagai driver ojol.

Naas, Kamis (28/8/2025) lalu, saat menunaikan salat Magrib di tengah tugas mengantar penumpang, Umar justru terseret dalam pusaran bentrokan antara aparat dan massa demonstran.

 

“Saya cuma ojol, habis nganter penumpang. Pas keluar masjid kena gas air mata, tiba-tiba ditarik polisi dan dipukuli. Saya bukan pendemo. Sadar-sadar sudah di rumah sakit,” tutur Umar saat ditemui di kediamannya.

 

Kepala Desa Cikidang membenarkan bahwa Umar mengalami patah tulang punggung, luka memar, hingga patah tulang iga akibat insiden tersebut. Beberapa media nasional mengonfirmasi bahwa Umar menjadi korban salah sasaran aparat.

Baca Juga  Ojol Asal Cikidang Sukabumi Jadi Korban Demo Ricuh, Keluarga Tuntut Keadilan

 

Viral, Dikabarkan Meninggal

Di tengah kondisinya yang kritis, sebuah foto Umar terkapar beredar luas di media sosial. Keluarganya di Sukabumi sempat mendapat kabar keliru bahwa Umar sudah meninggal dunia.

Beruntung, kabar itu salah. Umar segera mendapat perawatan intensif di RS Pelni, Jakarta. Bahkan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat menjenguk dan mendengarkan langsung kisah Umar, termasuk kehilangan motor dan ponsel saat insiden.

 

Dari keterangan orangtuanya, biaya perawatan Umar ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sementara Bupati Sukabumi Asep Japar berjanji membantu seluruh biaya kepulangan dan perawatan lanjutan di kampung halaman.

 

Pulang Disambut Hangat

Saat tiba di Sukabumi, Umar disambut penuh kehangatan. Hadir Bupati Sukabumi, Kapolres, Kodim, Sekda, Kadis Pendidikan, Forkopimcam, hingga warga sekitar. Semua menyampaikan doa dan dukungan moral.

Baca Juga  Ojol Asal Cikidang Sukabumi Jadi Korban Demo Ricuh, Keluarga Tuntut Keadilan

“Alhamdulillah, Umar sudah sehat dan bisa kembali ke Sukabumi. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses pemulihan Umar selama di Jakarta,” ungkap Kadis Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Suasana semakin emosional ketika Usman, saudara kembar Umar, menceritakan firasatnya.

“Saya seharian merasa enggak enak karena dia saudara kembar. Begitu lihat fotonya viral, saya hampir pingsan,” ujarnya pada sukabumisatu.com.

 

Harapan dan Pesan Umar

Kini, meski kondisinya berangsur membaik, Umar masih harus menjalani kontrol kesehatan lanjutan pada 9 September mendatang.

“Harapan saya bisa cepat sembuh dan kembali bekerja. Mohon doa dari semua. Pesan saya, kalau ada kerumunan atau demo, lebih baik dijauhi. Musibah bisa menimpa siapa saja, bahkan orang yang hanya sedang bekerja seperti saya,” ujar Umar.

 

Luka Batin Warga Kecil

Kisah Umar menjadi potret getir bagaimana konflik politik dan aksi jalanan sering kali menyeret korban yang tidak tahu menahu. Seorang pekerja ojol, yang hanya berjuang mencari nafkah, justru harus menanggung luka akibat salah tangkap aparat.

Baca Juga  Ojol Asal Cikidang Sukabumi Jadi Korban Demo Ricuh, Keluarga Tuntut Keadilan

 

Pertanyaannya kini, bukan hanya bagaimana Umar sembuh, tapi siapa yang bertanggung jawab atas luka dan trauma seorang warga kecil yang terjebak di tengah bentrokan yang bukan miliknya?

 

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *