SUKABUMIUPDATE.com – Bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) menelan korban jiwa dan luka-luka. Salah satu korban adalah Moh. Umar Amiruddin (31), driver ojek online asal Kampung Sukamukti, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Hingga kini, Umar masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pelni, Jakarta.
Umar merupakan anak ke-9 dari 11 bersaudara pasangan almarhum H. Kosasih dan Yoyoh (60). Sehari-hari ia tinggal di kawasan Slipi, Jakarta Barat, dan bekerja sebagai driver ojol untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kabar mengenai kondisi Umar dalam insiden ricuh tersebut pertama kali diterima keluarga melalui grup WhatsApp warga Cikidang. Umar diketahui mengalami luka serius pada bagian rahang dan tulang iga sehingga harus mendapatkan penanganan medis intensif.

Mengetahui kabar tersebut, Saripudin, kakak ketiga korban, bersama Ketua RT setempat langsung menuju RS Pelni untuk memastikan kondisi Umar.
“Kami sekeluarga berharap ada keadilan dan pelaku bisa diproses hukum. Adik saya tidak tahu apa-apa, dia hanya sedang bekerja mencari nafkah,” ungkap Siti Nuraisah, kakak korban ditemui sukabumiupdate.com di kediamannya, Jumat (29/08/2025).
Pihak keluarga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini serta memastikan agar tidak ada lagi korban lain yang berjatuhan.
Di kampung halamannya, Umar dikenal sebagai sosok pekerja keras dan ramah. Meski tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota, ia tetap bersemangat mengandalkan pekerjaannya sebagai driver ojol.
“Kalau ada warga yang butuh bantuan, beliau selalu siap. Walau sibuk narik, tapi masih sempat peduli dengan sekitar,” ujar salah seorang tetangga.
Warga Cikidang berharap perhatian lebih dari pemerintah maupun pihak terkait terhadap para pengemudi ojol di pelosok daerah, baik melalui perbaikan infrastruktur jalan maupun dukungan lain agar aktivitas mereka lebih lancar dan aman.
Reporter: Suhendi Soex







