SUKABUMISATU.COM, PALABUHANRATU – Insiden kendaraan terhambat kembali terjadi di jalur nasional Bagbagan – Cikembang, tepatnya di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Selasa malam (27/01/2026). Sebuah truk kontainer 40 kaki tak berdaya setelah roda belakangnya terjebak di area jalan yang amblas dan menanjak.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB ini bermula saat truk bermuatan kayu palet asal Cisolok tersebut melaju menuju arah Sukabumi. Sang sopir, Sutisna (50), mengaku terpaksa berhenti mendadak demi menghindari tabrakan dengan sepeda motor dari arah berlawanan.
“Pas saya ngerem mendadak buat hindari motor, sialnya roda belakang malah nyangkut tepat di bagian jalan yang amblas dan posisinya menanjak. Mau jalan lagi sudah tidak kuat, mobil tidak mau gerak,” ungkap Sutisna di lokasi kejadian.
Evakuasi Cepat Berkat Bantuan Warga
Beruntung, kemacetan panjang tidak berlangsung lama. Pengurus kendaraan bersama warga setempat langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi.
Eli Keling (60), salah seorang warga yang ikut membantu evakuasi, menyebutkan bahwa truk tersebut akhirnya berhasil ditarik menggunakan bantuan satu unit dump truck.
“Kami bersama rekan-rekan langsung bantu evakuasi. Alhamdulillah, tidak sampai satu jam truk sudah bisa jalan lagi setelah diderek dump truck,” ujar Eli kepada sukabumisatu.com.

Warga Keluhkan Lambatnya Penanganan PUPR
Meski evakuasi kali ini berjalan cepat, kondisi jalan di lokasi pergerakan tanah Pasirsuren ini menuai kritik tajam dari warga dan pengguna jalan. Proyek perbaikan jalan amblas yang tak kunjung usai dinilai menjadi biang keladi seringnya kendaraan besar mengalami kendala.
Eli Keling menambahkan, pengerjaan dari pihak Kementerian PUPR terkesan lambat. Padahal, titik tersebut merupakan urat nadi transportasi yang setiap harinya dilintasi truk-truk bermuatan berat.
“Sudah beberapa minggu penanganannya begini-begini saja, belum selesai-selesai. Padahal ini jalan nasional, muatannya berat-berat. Kalau dibiarkan terus, kejadian seperti ini bakal terus berulang,” tegasnya.
Pantauan di lapangan, para sopir truk yang melintas juga mengeluhkan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tersebut. Mereka berharap pemerintah segera merampungkan perbaikan secara permanen mengingat kondisi tanah di lokasi yang labil dan rawan terjadi kecelakaan.
Editor: Demi Pratama Adiputra






