Senin,9 Maret 2026
Pukul: 00:37 WIB

Truk Besar Lewati Jalan Desa, Kades: Yang Komplain Bukan Warga Kami, Tapi Orang Entah dari Mana

Truk Besar Lewati Jalan Desa, Kades: Yang Komplain Bukan Warga Kami, Tapi Orang Entah dari Mana

Selasa, 9 Desember 2025
/ Pukul: 13:46 WIB
Selasa, 9 Desember 2025
Pukul 13:46 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Kepala Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Iwan Gunawan, membantah keras adanya keluhan dari warga terkait lalu lintas truk besar atau truk bersumbu tiga lebih yang melintasi jalan desa. Ia menegaskan, justru keberadaan industri di wilayah Cidahu selama ini memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Menurut Iwan, laporan yang masuk ke Dinas Perhubungan (Dishub) bukan berasal dari warga, melainkan dari sebuah organisasi masyarakat.

“Yang menyampaikan keluhan itu LSM atau ormas tertentu, bukan masyarakat Desa Babakanpari. Ada satu ormas namanya Sabara yang meminta perusahaan membatasi angkutan. Mereka kirim surat ke perusahaan lalu ke Dishub,” ujarnya usai menghadiri pertemuan di Aula Dishub Kabupaten Sukabumi, baru-baru ini.

Baca Juga  Polri Tetap di Bawah Presiden: Antara Kepastian Hukum dan Gema Dukungan dari Cidahu

Iwan menegaskan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Cidahu telah mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah. Karenanya, ia mempertanyakan mengapa isu ini baru dipersoalkan sekarang.

“Yang mempermasalahkan juga bukan masyarakat sini, tapi ormas yang bukan berasal dari Cidahu. Jadi tidak mewakili masyarakat,” tegasnya.

Ia menyebut justru masyarakat khawatir jika industri-industri tersebut diganggu dan berhenti beroperasi karena selama ini banyak warga yang menggantungkan mata pencaharian pada perusahaan tersebut.

“Sama sekali tidak ada keluhan dari masyarakat. Semuanya kondusif. Saya tahu betul warga saya. Ormas yang bersuara itu bukan orang Cidahu dan saya tidak kenal mereka,” ucapnya.

Iwan pun meminta agar Dishub tidak terlalu khawatir menanggapi isu tersebut.

Baca Juga  Viral di Medsos, Jalan Rusak di Cidahu Akan Diperbaiki Setelah Ramadhan

“Kecuali kalau masyarakat Babakanpari dan Mekarsari yang memprotes, itu baru bisa dipercaya. Perusahaan seperti AQUA sudah berdiri sejak 1994, Kratingdaeng 1997, GS tahun 2000. Selama ini tidak ada komplain, kenapa sekarang muncul?” katanya.

Iwan juga menyoroti kontribusi perusahaan yang disebutnya sudah membantu perbaikan jalan desa.

“Sekitar 1,7 kilometer jalan itu sudah diperbaiki oleh perusahaan tiap tahun. Itu mengurangi beban anggaran Pemda. Satu kilometer saja bisa habis miliaran rupiah kalau dikerjakan pemerintah,” jelasnya.

Ia pun menantang pihak yang mengklaim menerima keluhan masyarakat. “Masyarakat mana? Tunjukkan kepada saya,” tegasnya.

 

Industri Disebut Serap Ribuan Tenaga Kerja

Baca Juga  Berburu Takjil di Perum BCA Cidahu: Tradisi Ngabuburit yang Selalu Dinanti Warga Sukabumi

Menurutnya, keberadaan industri di Cidahu justru menggerakkan ekonomi lokal.

“Peredaran uang di Cidahu itu setiap bulan mencapai miliaran rupiah, mulai dari pedagang sampai pemilik kontrakan ikut merasakan dampaknya. Ini mendongkrak ekonomi masyarakat, sejalan dengan visi-misi Presiden, Bupati, dan Gubernur,” kata Iwan.

Sebelumnya, LSM Sabara 83 Indonesia menggelar audiensi dengan Dishub Kabupaten Sukabumi. Mereka menyoroti truk-truk perusahaan yang dinilai mengangkut muatan berlebih di ruas Cicurug–Cidahu sehingga menyebabkan kerusakan jalan, mengganggu lalu lintas, dan membahayakan pengguna jalan.

LSM tersebut meminta peningkatan pengawasan, penindakan tegas, dan transparansi dari Dishub. Mereka juga memperingatkan potensi munculnya keresahan publik jika keluhan tersebut tidak ditindaklanjuti.

Related Posts

Add New Playlist