TRAGIS! Truk ‘Nakal’ Kembali Makan Korban di Cibadak, Dua Pedagang Kopi Terkapar Dihantam Ban Lepas

Ilustrasi

CIBADAK – Jalur maut Cibadak kembali membuktikan diri sebagai “neraka” bagi warga lokal. Di tengah kemacetan yang mengular di depan Masjid Darul Matin, Sabtu (28/3) malam, sebuah ban truk tronton mendadak lepas dan menghantam dua pedagang kopi hingga terpental.

​Insiden ini seolah menjadi tamparan keras bagi pihak berwenang. Pasalnya, truk sumbu tiga tersebut nekat melintas saat masa pembatasan operasional masih berlaku. Nyawa warga kembali dipertaruhkan demi mobilitas kendaraan raksasa yang diduga abai terhadap kelaikan jalan.

Kronologi Mencekam: Ban Raksasa ‘Terjang’ Trotoar

​Saksi mata di lokasi, Faisal, mengungkapkan situasi berubah mencekam dalam hitungan detik. Saat arus kendaraan sedang padat merayap, tiba-tiba terdengar teriakan histeris dari pengguna jalan.

​”Orang-orang teriak ada ban lepas! Pas saya nengok, itu ban besar menggelinding liar dengan kecepatan tinggi. Langsung menghantam gerobak kopi sampai hancur berantakan,” ujar Faisal kepada tim SukabumiSatu.com.

Baca Juga  H+5 Lebaran: Jalur Arteri Cibadak Masih 'Hoream', Pemudik dan Wisatawan Terjebak Macet 2 Jam Lebih!

​Benturan keras tersebut membuat gerobak terseret beberapa meter. Dua pedagang yang tengah mencari nafkah di lokasi tersebut tak sempat menghindar hingga jatuh tersungkur dengan luka-luka serius. Warga yang geram sekaligus panik langsung mengevakuasi korban ke RSUD Sekarwangi.

Rangkaian Duka di Jalur Cibadak

​Kejadian ini bukan yang pertama. Belum kering ingatan warga atas tragedi seorang ibu yang tewas terlindas truk di depan Samsat Cibadak, kini “teror” truk sumbu tiga kembali memakan korban.

Catatan Hitam Transportasi Cibadak:

Sabtu Malam: Dua pedagang kopi terluka dihantam ban lepas truk tronton.

Baca Juga  Dua Pemuda Tewas, Satu Kritis: Motor Bonceng Tiga Tabrak Truk Hino di Cibadak

Kejadian Sebelumnya: Seorang wisatawan tewas terlindas truk sumbu tiga di depan Samsat.

Fakta Lapangan: Masih banyak truk bertonase besar melintas di luar jam operasional yang ditentukan.

Warga Geram: Mana Pengawasannya?

​Masyarakat kini mulai meragukan efektivitas pengawasan di lapangan. Mengapa truk sumbu tiga masih bisa melenggang bebas di jam-jam sibuk padahal aturan pembatasan sudah jelas?

​Warga menuntut aparat tidak hanya sibuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan sopir setelah ada darah yang tumpah. Tindakan preventif dan sanksi tegas bagi perusahaan angkutan yang membiarkan armadanya “bobrok” atau melanggar jam operasional menjadi harga mati.

​”Kami ingin kerja tenang, jalan kaki tenang. Jangan tunggu korban jiwa lagi baru ada razia,” cetus salah satu warga yang berkerumun di lokasi.

Baca Juga  Truk Bermuatan 32 Ton Semen Tergelincir di Jalan Cibadak–Cikembar, Lalin Sempat Macet Panjang

​Saat ini, ban truk maut tersebut telah diamankan di posko Damkar Cibadak, sementara sopir truk tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. (Redaksi Sukabumisatu.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *