Takut Bikin Macet Jalan Raya Cibadak, Pawai Drumband Yayasan Hidayatussyibyan Pilih Masuk Kampung

Kenaikan kelas dan Pelepasan siswa KITA (MDTA) dan PAUDQU Hidayatussyibyan, Yayasan Hidayatussyibyan, Sabtu (27/6/2026).

SUKABUMISATU.com – Ada pemandangan menarik sekaligus menyejukkan dalam perayaan kenaikan kelas dan pelepasan siswa di bawah naungan Yayasan Hidayatussyibyan, Sabtu (27/6/2026). Jika biasanya pawai madrasah identik dengan konvoi yang memadati protokol jalan raya utama, pihak yayasan kali ini justru memilih rute alternatif dengan menyusuri gang-gang perkampungan warga.

​Ratusan peserta didik dari jenjang KITA (MDTA) dan PAUDQU Hidayatussyibyan tampak semarak mengikut perayaan tahunan ini. Dengan rute yang melewati perkampungan Bojongjengkol, Babakan Panjang, hingga Kalabang, langkah ini sengaja diambil demi menjaga kenyamanan publik pengguna jalan di area pusat Kota Cibadak.

​Ketua Yayasan Hidayatussyibyan, Ilham Zainal Muslih, S.Pd, menerangkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi matang pihak manajemen. Pihaknya sangat sadar, arus lalu lintas di kawasan Cibadak kerap kali mengalami kepadatan yang tinggi.

​“Kami mengevaluasi pelaksanaan kegiatan agar tidak menggunakan jalan raya. Kota Cibadak sudah dikenal padat kendaraan, sehingga kami berupaya semaksimal mungkin agar kegiatan ini tidak mengganggu pengguna jalan. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan warga sangat antusias menyambut pawai ini,” ujar Ilham.

Dapat Apresiasi dari Orang Tua Siswa

Baca Juga  Milad ke-35 YKPA Ad-Da’wah, Meriah dengan Bazar Murah dan Santunan Yatim

​Langkah tak biasa ini pun langsung menuai respons positif dari kalangan orang tua murid. Ibu Ami, salah satu perwakilan orang tua siswa yang sengaja datang untuk menyaksikan pawai, mengaku sangat mendukung kebijakan tersebut karena dinilai lebih aman untuk anak-anak sekaligus ramah bagi pengguna jalan lain.

​”Ada bagusnya juga sih, soalnya kan kalau ke jalan raya bikin macet, kasihan pengendara yang lain seperti sopir, angkot, kan kasihan macet. Jadi mending ke kampung-kampung aja,” tutur Ibu Ami di sela-sela kemeriahan acara.

​Selain mengurangi potensi kemacetan, menurut Ami, pawai yang masuk ke wilayah perkampungan ini juga sekaligus menjadi panggung hiburan tersendiri bagi masyarakat yang berhalangan hadir langsung ke sekolah.

​”Ya untuk hiburan juga bagi warga yang enggak bisa ikut jalan-jalan. Karena ada drumband masuk ke area rumah-rumah, warga jadi bisa langsung melihatnya dari depan rumah saja,” tambahnya seraya tersenyum senang.

Suara Tokoh Masyarakat: Komitmen Syiar Islam

​Kemeriahan perayaan ini tak luput dari perhatian para tokoh setempat. Tokoh Masyarakat Cibadak, Solehudin, memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap komitmen Yayasan Hidayatussyibyan. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar pawai biasa, melainkan media syiar agama yang sangat efektif di tingkat akar rumput.

Baca Juga  Hendak Hadiri Tahlilan, Pemotor Tewas Tabrak Trotoar di Cibadak

​”Ini adalah sebuah partisipasi yang cukup luar biasa, terutama dari warga masyarakat. Memang ini merupakan komitmen kami bersama dalam rangka menegakkan syiar Islam, izzul Islam wal muslimin,” ucap Solehudin tegas dengan nada bangga.

​Di tengah padatnya aktivitas harian, Solehudin mengaku sengaja meluangkan waktu khusus demi menyaksikan perkembangan pendidikan anak-anak di lingkungannya tersebut.

​”Luar biasa, di sela-sela kesibukan, saya menyempatkan untuk men-support terlebih dahulu acara ini sebelum saya bekerja sesuai dengan tupoksi saya,” imbuhnya.

Meluluskan Puluhan Generasi Berakhlak

​Sementara itu, guru Yayasan Hidayatussyibyan, Ibu Silfi Noviyanti, merincikan bahwa antusiasme masyarakat yang luar biasa ini tak lepas dari eksistensi lembaga yang kian dipercaya oleh warga setempat. Diketahui, PAUDQU Hidayatussyibyan sendiri kini telah genap berdiri dan mengabdi selama lima tahun.

​”Alhamdulillah tahun ini meriah ya karena ada drumband juga. Untuk PAUDQU tahun ini melepas 12 anak, sedangkan untuk jenjang madrasah (MDTA) kelas VI ada sekitar 25 hingga 30 anak yang lulus. Total keseluruhan dengan peserta didik yang naik kelas ada sekitar 265 orang,” urai Ibu Silfi.

Baca Juga  Warga Cibadak Pertanyakan Bantuan Sosial yang Tak Lagi Cair, Ini Penjelasan dari Pihak Kecamatan dan Pendamping PKH

​Acara ditutup dengan penuh khidmat di area yayasan, selaras dengan jargon utama yang diusung sekolah: “Melangkah dengan Ilmu, Tumbuh dengan Akhlak, Menuju Masa Depan Gemilang.” Pihak yayasan maupun para tokoh masyarakat berharap, kolaborasi yang kuat antara pihak sekolah dan warga kampung dapat terus melahirkan generasi muda Sukabumi yang cerdas secara intelektual serta berkarakter mulia.

Reporter: Suhendi Soex

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *