SUKABUMISATU.COM – Selain objek wisata Pantai Minajaya dan Pantai Karanggantungan, ternyata Desa Pasiripis, surade/">Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, memiliki aset potensial yang jika dikelola secara profesional bukan tak mungkin akan berdampak positif bagi geliatnya perekonomian masyarakat, khususnya warga sekitarnya.
Pemandian alami Sumur Tujuh terletak di Kampung Sumur Bandung RT 03/09, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Untuk menuju ke sana, pengunjung bisa mengaksesnya melalui ruas jalan Cibungur – Pantai Minajaya. Letak Pemandian Sumur Tujuh tepatnya lima kilo meter sebelum kawasan Pantai Minajaya. Lokasinya berada dilahan pesawahan, berjarak 100 meter dari jalan raya.
Pada hari hari liburan pemandian ini acap dipenuhi pengunjung, terutama kalangan ibu ibu dan anak anak. Mereka datang hanya sekedar untuk merasakan dingin dan beningnya air tempat pemandian itu.
Sekarang, kata Anis ( 34 ), pemandian Sumur Tujuh bebas biaya alias gratis. Siapa saja boleh berkunjung dan mandi di sana tanpa harus merogoh kocek.
“Dulu siapa saja yang mandi di sini ( Sumur Tujuh- red ) dikenakan biaya parkir, sekarang tidak ada parkiran, bebas,” ujar Anis.
Lebih lanjut Anis jelaskan, dulu dilokasi pemandian Sumur Tujuh ini lahan parkirnya dikelola komunitas pemuda setempat, tapi entah kenapa belakangan kegiatan itu tak berlanjut.
“Sebaiknya tempat ini dikelola desa atau karang taruna, jangan dibiarkan begitu saja karena sayang ini modal, bisa mendatangkan keuntungan, ” kata Asep warga asal Jampangkulon yang sengaja datang ketempat itu untuk sekedar melepas penat.
Pemandian alami Sumur Tujuh keberadaannya sangat dirasakan langsung oleh warga sekitar, terutama para pedagang yang membuka kios dagangannya di lokasi pemandian itu. Hanya saja keberadaanya harus dikelola dengan baik.
Pemandian alami Sumur Tujuh dulu sebelum di Surade dan Ciracap dibangun kolam renang, justru tempat inilah yang menjadi favorit warga sekitar untuk berwisata dan berenang.
Kelebihan dari tempat pemandian Sumur Tujuh ini manakala musim kemarau tiba mata air sumur tujuh tidak pernah mengering. Aliran air dari matai air itu mampu mengairi pesawahan penduduk.
Penulis: Jajang Suhendar








