SUKABUMISATU.COM – Sejumlah massa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa (Hippma) Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di dua instansi di Kabupaten Sukabumi, Senin (07/08/2023). Mereka menyoroti isu-isu terkait penggunaan anggaran.
Dua instansi yang didemo massa Hippma adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) yang berlokasi di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Massa menggelar aksi damai dengan melakukan orasi dan membawa sejumlah alat pendukung aksi.
“Pertama terkait permasalahan realisasi anggaran. Kalau di BPBD itu kaitan permasalahan BTT tidak terduga sebesar Rp 7 miliar rupiah yang kami indikasikan ada dugaan indikasi ketidaksesuaian dalam bantuan tersebut,” ujar Raihan, Ketua Hippma.
Raihan mengatakan tuntutan yang kedua adalah terkait penggunaan anggaran stok barang yang nilainya sebesar Rp 98,8 juta. Menurutnya hal tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami juga menyoroti kaitan penggunaan anggaran baper stok tahun anggaran 2022 sebesar 500 juta rupiah,” kata dia.
Selanjutnya aksi massa DKP menyoal masalah anggaran gedung distribusi pangan di tahun 2018. Ia menyebut ada indikasi ketidaksesuaian spesifikasi dalam proyek itu.
Kemudian aspirasi lainnya adalah terkait permasalahan belanja bahkan bahan bakar di DKP.
“Kami meminta keterbukaan informasi publik terkait permasalahan-permasalahan tersebut,” kata dia.
Raihan menyebut kedua instansi tidak transparan dalam menanggapi aksi massa. Rencananya Hippma akan menggelar aksi ke dua untuk menyuarakan isu serupa.
Tak hanya itu, Raihan juga menegaskan bahwa Hippma akan membawa hasil kajian-kajian terkait penggunaan anggaran tersebut untuk ditangani aparat penegak hukum.
“Kami akan langsung, apa yang menjadi kajian akan kami berikan langsung kepada pihak aparat penegak hukum,” kata dia.
Sementara itu, sejumlah perwakilan dari BPBD dan DKP hadi menghadapi massa demonstran. Terlihat pula Kepala DKP, Hari Riyadi, hadir di lokasi.
Reporter: Suhendi Soex | Editor: Uga Hoeru Rabani









