Sineas Asli Pajampangan Unjuk Gigi, Film “Cahaya Kecil dari Desa” Siap Bersaing di Festival Film Desa 2025

Poster Film Cahaya Kecil Dari Desa. (Istimewa)

SUKABUMISATU.com – Pesisir Sukabumi Selatan kembali membuktikan diri sebagai gudang talenta kreatif yang tak kunjung habis. Sebuah kolaborasi besar yang melibatkan para konten kreator papan atas Pajampangan kini tengah bersiap meluncurkan karya sinema bertajuk “Cahaya Kecil dari Desa” untuk berlaga di ajang nasional, Festival Film Desa 2025.

​Film ini bukan sekadar produksi biasa, melainkan sebuah pernyataan sikap dari anak muda Pajampangan tentang kemandirian kreatif secara otodidak.

Kolaborasi “All-Star” Konten Kreator Jampang

​Daya tarik utama film ini terletak pada jajaran pemain dan krunya yang sudah memiliki nama besar di jagat media sosial lokal. Selain Neng Bunga (Bunga Antika) yang dikenal sebagai selebgram berpengaruh, muncul nama-nama konten kreator berbakat lainnya seperti Dadang Kurnia, Willy Wardhani, Irvan Darmawan (Lemon), Aulia Manda, Pahad Abdullah, hingga Ageng Rahayu.

​Mereka yang biasanya menghibur melalui layar ponsel, kini bersatu dalam satu bingkai sinematik yang lebih serius di bawah arahan Fahad Abdullah. Bagi Fahad, ini adalah momen pembuktian setelah sekian lama ia malang melintang sebagai aktor dalam berbagai produksi film pendek di wilayah Sukabumi.

Baca Juga  Rumah Pegiat Sosial Sukabumi Walagri di Surade Terbakar

Kekuatan Visual di Tangan Dede DKings

​Dapur produksi film ini diperkuat oleh Dede DKings, sosok yang bertanggung jawab penuh sebagai videografer sekaligus editor. Dede dikenal sebagai salah satu motor penggerak kreatif melalui DKings Pictures, yang konsisten memproduksi visual-visual estetik meski dengan peralatan yang sederhana.

​Perpaduan mata artistik Dede dalam mengambil sudut gambar (angle) serta ketajaman Fahad dalam mengarahkan adegan, diprediksi akan menghasilkan sebuah karya yang mampu memikat juri festival.

Semangat Otodidak dari Pesisir

​Kehadiran film ini menyusul jejak sukses kelompok “Tepas Ibisia” yang pertengahan bulan lalu juga merilis karya film pendek. Hal ini menunjukkan tren positif di wilayah Jampang, di mana anak-anak pesisir belajar secara mandiri (otodidak) mengenai teknik produksi film.

Baca Juga  Rumah Pegiat Sosial Sukabumi Walagri di Surade Terbakar

​”Kami menunjukkan bahwa dengan alat seadanya, kreativitas tidak boleh mati. Kami belajar dari YouTube, belajar dari lapangan, dan belajar dari kegagalan. Film ini adalah representasi mimpi anak-anak pesisir,” ungkap tim produksi.

Misi Besar untuk Jampang

​Melalui “Cahaya Kecil dari Desa”, tim DKings Pictures ingin membangkitkan kembali daya tarik desa bagi generasi muda. Mereka ingin membuktikan bahwa desa bukanlah tempat yang tertinggal, melainkan ruang belajar dan berkarya yang luas.

​Dengan periode pendaftaran festival yang berlangsung hingga 20 Desember 2025, dukungan masyarakat Sukabumi sangat berarti bagi para pejuang kreatif ini. Puncak acara yang akan digelar pada 15 Januari 2026 mendatang diharapkan menjadi momen bersejarah bagi sineas asli Pajampangan untuk naik ke panggung nasional.

Baca Juga  Rumah Pegiat Sosial Sukabumi Walagri di Surade Terbakar

“Kami memohon dukungan dan doa dari semuanya, agar film kami ini dapat menang di Festival Film Desa 2025 yang akan di umumkan bulan Januari 2026 mendatang, ” pungkasnya.

 

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *