Setelah 9 Bulan Hidup Dalam Tenda, 28 Keluarga di Lengkong Akhirnya Temukan ‘Rumah’

Wabup Andreas, Forkopimcam dan Yayasan Dompet Dhuafa meninjau lokasi Huntara di Desa Langkapjaya Lengkong. Selasa, (23/12/25).

SUKABUMISATU.com – Senyum haru mulai terpancar di wajah para penyintas bencana banjir dan longsor di Kampung Cicau dan Cirehong, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong. Setelah hampir sembilan bulan bertahan di balik dinginnya dinding tenda pengungsian, titik terang pembangunan Hunian Sementara (Huntara) akhirnya dimulai.

​Pembangunan ini diresmikan langsung melalui peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, bersama Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, pada Selasa (23/12/2025).

Menutup Babak Kelam di Pengungsian

​Sejak bencana melanda pada Desember 2024 dan Maret 2025 lalu, sebanyak 28 Kepala Keluarga (sekitar 100 jiwa) terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat milik BNPB dan BPBD di Kampung Pangulaan.

Baca Juga  Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukabumi Ke-21 Tahun Sidang 2025

​Salah satu warga, Fitri (20), menceritakan betapa beratnya bertahan di bawah terpal selama sembilan bulan bersama suami dan balitanya. Baginya, pembangunan Huntara ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan martabat dan kenyamanan yang kembali pulang.

Spesifikasi dan Kolaborasi Pembangunan

​Proyek kemanusiaan ini merupakan buah kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, ID Humanity, dan Disaster Management Centre (DMC). Berikut detail pembangunannya:

​Jumlah Unit: 28 Unit Huntara.

​Dimensi Bangunan: 5 x 7 meter per unit.

​Lokasi: Lahan milik Pemerintah Desa Langkapjaya.

​Target Ketahanan: Bangunan diproyeksikan mampu bertahan hingga 2 tahun atau lebih.

​Fasilitas Tambahan: Selain pembangunan fisik, warga juga menerima bantuan paket sembako dari Dinsos dan PGRI Kecamatan Lengkong.

Baca Juga  Dinas PU Kabupaten Sukabumi Tangani Dampak Banjir dan Longsor di Nyalindung

Langkah Menuju Hunian Tetap (Huntap)

​Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menegaskan bahwa momentum ini adalah wujud nyata gotong royong antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan.

​”Semoga pembangunan ini menjadi penanda semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit. Kami ingin memastikan warga terdampak bisa hidup lebih layak, aman, dan sejahtera,” ujar Wabup.

​Senada dengan hal tersebut, Pjs Kepala Desa Langkapjaya, Pian, mengungkapkan bahwa Huntara ini adalah solusi jangka menengah. Pemerintah desa telah menyiapkan langkah selanjutnya untuk masa depan warga.

“Kami sudah menyiapkan lahan milik Pemda untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) ke depannya. Mohon doanya agar semua lancar,” tambahnya.

Baca Juga  Komisi VIII DPR RI Tinjau SRMP Sukabumi, Wabup Andreas: Pendidikan Gratis untuk Generasi Unggul

Reporter: Najli Fikri

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *