Rabu,6 Mei 2026
Pukul: 16:43 WIB

Satu Tahun Presiden Prabowo: Dari Konsolidasi Bangsa hingga Diplomasi Dunia

Satu Tahun Presiden Prabowo: Dari Konsolidasi Bangsa hingga Diplomasi Dunia

Senin, 20 Oktober 2025
/ Pukul: 07:22 WIB
Senin, 20 Oktober 2025
Pukul 07:22 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com — Tanggal 20 Oktober 2025 menjadi penanda satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Setahun yang diwarnai kerja keras, konsolidasi nasional, dan upaya membangun kepercayaan rakyat terhadap arah baru Indonesia.

Dari hari pertama dilantik, Prabowo memulai langkahnya dengan satu pesan sederhana tapi tegas: menyatukan bangsa. Di tengah perbedaan politik yang masih terasa pasca pemilu 2024, ia memilih merangkul — bukan memisahkan. Komposisi Kabinet Merah Putih yang terbuka bagi banyak kalangan menjadi simbol nyata dari semangat kebersamaan itu.

“Pak Prabowo paham, membangun Indonesia tidak bisa dilakukan oleh satu kelompok saja,” kata anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan, saat ditemui di Jakarta, Senin (20/10/2025). “Beliau merangkul semua pihak, karena hanya dengan persatuan, Indonesia bisa maju.”

Langkah awal itu, lanjut Hergun, menjadi fondasi dari seluruh kebijakan yang lahir dalam setahun terakhir — dari pembangunan ekonomi, pemerataan sosial, hingga diplomasi internasional.

 

Ekonomi Tumbuh, Kepercayaan Publik Menguat

Meski menghadapi dinamika global yang tidak menentu, ekonomi Indonesia di bawah Presiden Prabowo menunjukkan daya tahan yang mengesankan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2025 mencapai 5,12 persen, dengan rata-rata stabil di kisaran 5 persen sepanjang tahun.

“Ini membuktikan fondasi ekonomi nasional tetap kokoh. Target 5,3 persen di akhir tahun bukan sekadar angka, tapi refleksi dari optimisme bahwa Indonesia bisa melangkah menuju pertumbuhan 8 persen dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Hergun.

Baca Juga  Polri Tetap di Bawah Presiden: Antara Kepastian Hukum dan Gema Dukungan dari Cidahu

Pertumbuhan itu pun membawa dampak langsung: lapangan kerja bertambah, pengangguran menurun, dan tingkat kemiskinan berangsur turun. Tingkat pengangguran terbuka kini berada di 4,76 persen, terendah sejak krisis ekonomi 1998.

Sektor perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar — menciptakan lebih dari 3,5 juta pekerjaan baru. Bersamaan dengan itu, tingkat kemiskinan nasional menurun menjadi 8,47 persen, sementara gini rasio turun ke 0,375, menandakan pemerataan yang semakin membaik.

 

Kebijakan yang Menyentuh Rakyat Kecil

Di tengah data dan statistik, Presiden Prabowo tidak melupakan akar dari semua pembangunan: rakyat kecil. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi wajah paling populer dari kebijakan sosial pemerintah.

Hingga awal Oktober 2025, lebih dari 31 juta anak sekolah, ibu hamil, dan balita telah menikmati manfaat program ini. Dengan realisasi anggaran mencapai Rp20,6 triliun dari total Rp71 triliun, program MBG tidak hanya soal makanan, tapi juga tentang masa depan generasi bangsa.

Selain itu, program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda mulai menunjukkan dampak sosialnya. Sekolah Rakyat hadir di pelosok desa, memberi akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Sedangkan Sekolah Garuda disiapkan untuk melahirkan generasi unggul di tingkat SMA yang mampu bersaing di tingkat global.

Baca Juga  Kapolres Sukabumi Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo atas Dukungan Swasembada Pangan

“Hingga Oktober 2025, sudah ada 165 Sekolah Rakyat dan 12 Sekolah Garuda yang beroperasi. Ini bukan sekadar proyek pendidikan, tapi investasi jangka panjang bangsa,” tutur Hergun.

 

Dari Sawah hingga Desa: Kemandirian yang Dibangun

Sektor pangan juga mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, stok beras nasional menembus 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pemerintah bahkan tidak lagi melakukan impor beras medium — sebuah langkah besar menuju kemandirian pangan.

Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat ke 124,36, menandakan peningkatan kesejahteraan petani. Pemerintah juga menaikkan harga pembelian gabah menjadi Rp6.500/kg dan jagung Rp5.500/kg, memastikan petani mendapat keuntungan yang layak.

Di tingkat akar rumput, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hadir untuk memperkuat ekonomi lokal. Sebanyak 80 ribu koperasi mulai dibangun di seluruh Indonesia dengan tujuh jenis gerai usaha, dari sembako hingga apotek desa.

“Ekonomi rakyat harus hidup dari bawah. Inilah semangat kemandirian yang sedang dibangun Pak Prabowo,” ujar Hergun.

 

Indonesia di Panggung Dunia

Bukan hanya di dalam negeri, kepemimpinan Prabowo juga semakin diperhitungkan di dunia internasional. Dalam berbagai forum global, sikap tegas Indonesia di bawah komando Presiden Prabowo menjadi sorotan.

Dukungan kuat terhadap perjuangan rakyat Palestina disuarakan langsung oleh Presiden dalam Sidang Umum PBB dan KTT Sharm El-Sheikh di Mesir. Indonesia juga aktif mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, mempertegas posisi sebagai negara yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.

Baca Juga  HPN 2024, Hergun Ajak SMSI Sukabumi Raya Majukan Kokab Sukabumi

Di sisi lain, Indonesia kini resmi menjadi anggota penuh BRICS, bergabung bersama Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi ekonomi Indonesia di dunia yang semakin multipolar.

Selain itu, dua perjanjian besar — IEU-CEPA dan ICA-CEPA — telah diteken, membuka peluang ekspor ke Eropa dan Amerika Utara. “Perjanjian ini membuka pasar baru bagi komoditas unggulan kita. Dampaknya akan terasa dalam pertumbuhan investasi dan ekspor,” jelas Hergun.

 

Konsolidasi Menuju Arah Baru

Sebagai wakil rakyat dari Sukabumi, Hergun menilai, meski belum semua hasil terasa merata di daerah, arah pemerintahan Prabowo sudah jelas: menyejahterakan rakyat dan memperkuat kedaulatan bangsa.

“Setahun ini bukan sekadar pencapaian, tapi permulaan. Pemerintahan Prabowo menunjukkan bahwa politik bisa menjadi jalan pengabdian, bukan perebutan kekuasaan. Beliau bekerja untuk tujuan kolektif bangsa,” kata Hergun.

Ia menutup dengan nada optimis, “Indonesia hari ini lebih percaya diri. Rakyat mulai merasakan hasil kerja nyata. Dan di dunia internasional, nama Indonesia kembali disegani. Inilah buah dari kepemimpinan yang kuat, visioner, dan tulus untuk negeri.”

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist