SUKABUMISATU.com – Banjir besar kembali melanda wilayah Kampung Babakan Banten, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, pasca hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu malam (12/4). Akibatnya, puluhan hektar sawah dipastikan gagal panen, sementara 11 rumah warga serta kebun juga turut terendam banjir.
Saat kejadian, aliran listrik di wilayah tersebut padam. Warga pun dalam kondisi gelap gulita bergegas menyelamatkan barang-barang rumah tangga ketika air mulai meluap dari aliran sungai.
Menurut Endang, salah satu tokoh masyarakat setempat, banjir memang kerap terjadi setiap tahun akibat luapan sungai. Namun, ia menyebutkan banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.
“Ini karena pendangkalan sungai. Dulu di kebun sawit masih banyak rumput, sekarang gundul, jadi tanahnya hanyut ke sungai,” ujarnya. Ia berharap pemerintah segera turun tangan memberikan perhatian, terutama terkait normalisasi sungai.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Sukasirna, Deni Riswandi. Menurutnya, banjir kali ini terjadi akibat faktor alam dan kerusakan lingkungan, seperti matinya vegetasi di kebun sawit yang menyebabkan erosi tanah langsung ke aliran sungai.
“Ini kejadian kedua, tapi yang parah baru sekarang. Sungai Cipangasahan yang melintasi Babakan Banten sampai Cieurih meluap dan merendam tiga kampung,” ungkap Deni.
Ia juga menyoroti penyempitan sungai yang kini hanya selebar satu meter dari sebelumnya empat meter, diperparah dengan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan.
Sebagai langkah tanggap, pihak Pemerintah Desa berencana melakukan normalisasi sungai dengan cara pelebaran, pengerukan, serta pembersihan sampah begitu air mulai surut.
Kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, terutama dari rusaknya perabotan elektronik milik warga serta ancaman gagal panen pada sawah-sawah yang terendam. (Chandra)











