Proyek Antropometri Rp 28 Miliar Bikin Gaduh, Ratusan Massa Geruduk Setda Kabupaten Sukabumi

Foto: Sukabumisatu.com

SUKABUMISATU.COM – Ratusan massa dari Forum Pemuda Palabuhanratu (FPP) menggeruduk Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu, Senin (31/7/2023). Massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait proyek antropometri yang nilainya mencapai lebih dari Rp 28 miliar.

Massa bergerak dari Lapangan Cangehgar ke Setda Kabupaten Sukabumi dengan membentangkan spanduk serta membawa alat demontrasi lain berisi tulisan-tulisan bernada protes. Sejumlah perwakilan massa kemudian melakukan orasi untuk menyampaikan tuntutannya.

Ketua Forum Pemuda Palabuhanratu (FPP), Friady Mahyuzar, menjelas aksi massa kali ini adalah kelanjutan dari audiensi yang bersama perwakilan dinas terkait yang digelar 12 Juni dan 26 Juli lalu.

“Dari dua kali audiensi itu kami sama sekali tidak mendapat jawaban atas tuntutan-tuntutan kami. Salah satunya terkait transparansi dan mekanisme penentuan pemenang di proyek antropometri ini,” ujar pemuda yang karib disapa Onay ini.

Baca Juga  Kasus SPK Fiktif, Kejari Kabupaten Sukabumi Tetapkan Tiga Tersangka

FPP mengendus ada ‘main mata’ antara para pejabat di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dengan perusahaan yang ditentukan sebagai pemenang. Onay juga menjelaskan beberapa indikasi dari dugaan itu.

Salah satu indikasinya adalah, perusahaan yang ditentukan sebagai pemenang disinyalir tidak memenuhi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) pengadaan barang.

Onay mengatakan, harga yang diajukan perusahaan pemenang lelang masih lebih tinggi dibanding peserta lelang lainnya.

“Ini menjadi indikasi bahwa lelang pengadaan antropometri ini terindikasi melompati mekanisme dan aturan aturan yang ada,” kata dia.

“Sedangkan aturan e-katalog itu, per 2023 ini khusus untuk pengadaan antropometri ada juklak-juknis yang tertuang dalam surat edaran bersama tiga kementerian,” kata dia.

Hal lain yang mengindikasikan adanya kecurangan, lanjut Onay, adalah larangan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek antropometri untuk menjawab pertanyaan dari FPP.

Baca Juga  3.572 Warga Kabupaten Sukabumi Idap Gangguan Jiwa, Begini Kata Plt Kadinkes

“Apa yang menjadi tuntutan kami, diantaranya terkait transparansi dan penjelasan mekanisme lelang sama sekali tidak terjawab,” kata dia.

“Kami tentunya tidak ingin proyek ini dimanfaatkan segelintir oknum dan mengarah pada penyalahgunaan wewenang bahkan menimbulkan kerugian negara,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Upaya Kesehatan (PUK) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Yayat Suhayat, hadir mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi di hadapan pesera aksi.

Ia hanya menjelaskan, bahwa saat demonstrasi Dinkes Kabupaten Sukabumi belum bisa memberikan jawaban menyeluruh karena para pejabatnya sedang bergugas.

“Pimpinan, Pak Sekdis juga lagi cuti. Mengenai antropometri, PPKnya juga lagi ada kegiatan dengan kepala dinas,” kata dia.

Sukabumisatu.com sudah berupaya mengkonfirmasi terkait tuntutan para peserta aksi. Hingga Senin malam, konfrimasi kepada Plt Dinkes Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, dan Sekdis Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi belum mendapat jawaban.

Baca Juga  Peringatan HUT ke-3 RSUD Sagaranten, Wabup Iyos Minta Pelayanan Prima Terus Ditingkatkan

Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *