Kamis,23 April 2026
Pukul: 13:36 WIB

Peringati HKB 2026, Bupati Sukabumi: Keselamatan Adalah Harga Tertinggi, Jadikan Kesiapsiagaan Budaya

Peringati HKB 2026, Bupati Sukabumi: Keselamatan Adalah Harga Tertinggi, Jadikan Kesiapsiagaan Budaya

Kamis, 23 April 2026
/ Pukul: 12:25 WIB
Kamis, 23 April 2026
Pukul 12:25 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran mitigasi bencana sejak dini. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder terkait untuk menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

​Hal tersebut ditegaskan Bupati saat memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 yang dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Cisaat, Kamis (23/04/2026).

Investasi Kesiapsiagaan Lebih Murah dari Pemulihan

​Dalam amanatnya, pria yang akrab disapa Asjap ini menyampaikan bahwa mencegah dan bersiap jauh lebih efektif daripada menangani dampak yang sudah terjadi.

​”Kami percaya investasi pada kesiapsiagaan jauh lebih murah, dibandingkan biaya pemulihan pasca bencana,” tegas Bupati Asep Japar.

Baca Juga  Sirine Peringatan Tsunami Menggelegar di Sukabumi: BPBD Pastikan Sistem Siap Hadapi Situasi Darurat

​Ia menambahkan, sinergi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci utama. Menurutnya, informasi akurat yang disebarkan secara bijak dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa saat terjadi bencana.

Kabupaten Sukabumi Perkuat Sistem Mitigasi

​Menyadari wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki topografi yang menyimpan potensi bencana tinggi di balik keindahan alamnya, Pemkab Sukabumi terus mematangkan langkah-langkah strategis, di antaranya:

Pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana): Memperkuat kemandirian masyarakat di tingkat desa.

Penguatan TRC: Menyiagakan Tim Reaksi Cepat agar selalu dalam kondisi prima.

Baca Juga  Dukung Pembangunan Alun-alun, Fasilitas Umum di Sagaranten Bertambah, Gedung Serbaguna dan Masjid Baru Siap Digunakan

Pemasangan EWS: Memperbanyak titik Early Warning System (sistem peringatan dini).

Simulasi Berkala: Melakukan latihan kebencanaan secara rutin untuk melatih insting penyelamatan.

​”Keselamatan jiwa adalah harga tertinggi yang harus kita jaga. Kesiapsiagaan merupakan tugas dan tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Apresiasi untuk Relawan

​Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada forum-forum kebencanaan dan para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah daerah.

​”Banyak kontribusi dari teman-teman relawan untuk Kabupaten Sukabumi. Mari kita tetap semangat dalam kesiapsiagaan,” ajaknya.

Baca Juga  Rumah Warga Bojongkopo Rusak Dihantam Longsor, Remaja 12 Tahun Luka

Pastikan Alat Berfungsi Maksimal

​Di lokasi yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menjelaskan bahwa momentum HKB ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajang pengecekan kesiapan personel dan alat.

​”Dalam kegiatan ini pula, kami memastikan peralatan kesiapsiagaan bencana yang ada di Kabupaten Sukabumi berfungsi secara baik,” pungkas Eki.

​Sebagai penutup rangkaian acara, Bupati Sukabumi menyerahkan sejumlah penghargaan kepada instansi, komunitas, dan relawan yang dinilai konsisten serta memiliki kontribusi besar dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Mawaldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist