Selasa,21 April 2026
Pukul: 03:35 WIB

Pejuang Nafkah Berpulang Saat Jemput Rezeki di Bulan Suci: Kisah Duka Sales Roti Asal Purabaya Sukabumi

Pejuang Nafkah Berpulang Saat Jemput Rezeki di Bulan Suci: Kisah Duka Sales Roti Asal Purabaya Sukabumi

Kamis, 26 Februari 2026
/ Pukul: 19:01 WIB
Kamis, 26 Februari 2026
Pukul 19:01 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Ramadhan seharusnya menjadi bulan penuh keberkahan bagi para pejuang keluarga. Namun, duka mendalam menyelimuti warga Panenjoan, Desa Tenjojaya Cibadak saat seorang sales roti keliling menghembuskan napas terakhirnya justru di tengah ikhtiarnya menjemput rezeki, Kamis (26/02/2026).

​Peristiwa yang menggetarkan hati ini terjadi saat Bubun sedang menjalankan rutinitasnya: memasok stok roti ke warung-warung pelanggan. Tubuhnya ditemukan tergeletak di samping motor Honda Scoopy merah yang setia menemaninya mencari sesuap nasi.

“Saya Lihat Beliau Masih Pakai Helm”

​Emin, salah seorang warga yang berada di lokasi saat kejadian, mengaku sempat melihat almarhum sebelum menghembuskan napas terakhir. Menurutnya, korban terlihat sangat kelelahan namun tetap berusaha profesional menjalankan tugasnya.

Baca Juga  PT Bogorindo Dituding Jadi Spekulan Tanah di Tenjojaya, Warga Desak Penetapan Tanah Terlantar

​”Tadi sempat lihat beliau turun dari motor, wajahnya memang pucat. Beliau sempat duduk sebentar sambil pegang dada, katanya kurang enak badan. Bahkan saya lihat beliau sempat kerokan sendiri pakai koin dan minyak angin di pinggir jalan,” ujar Emin dengan nada bicara yang bergetar.

​Tak berselang lama setelah mengeluh sakit, warga mendapati Bubun sudah dalam posisi tergeletak. “Pas didekati, ternyata sudah tidak bernapas. Beliau masih pakai helm dan jaket dagangnya,” tambah Emin.

Warga Bingung, Mencari Keluarga Pedagang Roti

​Kabar meninggalnya pedagang Roti ini pun sampai ke telinga perangkat lingkungan setempat. Iwan Tape, Ketua RT setempat, mencoba menghubungi Kepala Desa dan Petugas Kepolisian.

Baca Juga  Proyek Camping Ground Panenjoan: Antara Keindahan Alam, Masalah Lahan dan Harapan

​”Kami sempat kebingungan, namun setelah malapor ke polisi kami memberanikan diri memindahkan jenazah ke pos ronda,” jelas Iwan Tape.

Jenazah lelaki yang belakangan diketahui bernama Bubun ini mengundang empati warga, pasalnya di bulan puasa Alm.Bubun tetap berjuang mencari nafkah.

“Dugaan kami memang beliau kelelahan, mungkin memaksakan diri bekerja karena tanggung jawab buat Lebaran nanti,” ungkap Iwan Tape saat ditemui di lokasi.

Evakuasi ke RSUD Sekarwangi

​Berdasarkan data kartu identitas, Bubun Supendi merupakan warga Kampung Cimole RT 009 RW 002, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya. Motor Honda Scoopy merah bernopol F yang ia kendarai beserta boks roti penuh dagangan kini diamankan pihak berwenang sebagai barang bukti.

Baca Juga  Cek Kembali Lokasi Camping Ground, DPMPTSP Sukabumi Tegaskan Investasi Harus Sesuai Aturan

​Petugas kepolisian bersama warga segera mengevakuasi jenazah ke RSUD Sekarwangi untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Pihak keluarga di Kecamatan Purabaya pun telah dihubungi untuk segera menjemput almarhum.

​Kepergian Bubun menjadi pengingat bagi kita semua tentang besarnya pengorbanan para pejuang nafkah di jalanan. Ia berpulang di tengah jihadnya mencari rezeki halal di bulan yang penuh ampunan.

Reporter: Suhendi Soex/Chuba Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist