Pasca Kebakaran Lahan di Tol Bocimi, Babi Hutan Berhamburan Keluar hingga Kabel Listrik Putus

SUKABUMISATU.com, Ciambar – Kebakaran lahan yang terjadi di sekitar Tol Bocimi, Seksi 3 Batu Munjul, sekitar KM 73, menyisakan sejumlah dampak bagi warga. Selain lahan terbakar, kobaran api disebut membuat sejumlah satwa liar, terutama babi hutan, berhamburan keluar dari habitatnya dan melintasi kawasan sekitar jalan tol.

Kebakaran yang terjadi pekan lalu pada hari Senin, (7/9/2026). itu juga berdampak terhadap jaringan utilitas warga. Sejumlah kabel listrik dan kabel WiFi dilaporkan putus akibat terkena kobaran api. Gangguan tersebut bahkan disebut menyebabkan kerusakan pada perangkat elektronik milik warga, termasuk televisi.

Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Seorang warga, Denih, mengaku saat kejadian tengah bekerja ketika melihat kepulan asap dari arah lahan.

“Saya lihat ada asap dari sebelah sana. Karena sedang bekerja, saya tidak bisa ke mana-mana. Lama-lama apinya semakin besar karena anginnya kencang,” ujar Denih saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, kobaran api kemudian cepat membesar dan merambat ke area lahan yang cukup luas. Keberadaan struktur jembatan tol disebut menjadi salah satu penghalang sehingga api tidak langsung menjalar lebih jauh ke arah permukiman.

Baca Juga  Kecelakaan Tabrak Lari di Cikukulu Sukabumi, Remaja Putri Tewas Diduga Terlindas Truk

“Luas sekali. Kalau tidak ada jembatan tol ini, kemungkinan apinya bisa semakin meluas ke arah rumah warga,” katanya.

Kabel Listrik dan WiFi Putus, TV Warga Rusak

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan pada lahan yang terbakar. Jaringan utilitas yang berada di sekitar lokasi juga ikut terdampak.

Kabel listrik dan kabel WiFi warga dilaporkan terbakar hingga putus. Kondisi tersebut diduga mengganggu aliran listrik dan jaringan komunikasi masyarakat di sekitar lokasi.

Bahkan, warga menyebut terdapat televisi milik masyarakat yang mengalami kerusakan setelah jaringan listrik terdampak kebakaran.

“TV ada yang meledak. Karena kabelnya terbakar, aliran listriknya seperti membalik. Warga yang sedang menonton TV akhirnya terdampak,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat warga dari kawasan Sekarsari dan Tataraga berharap adanya pendataan serta kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan jaringan maupun perangkat elektronik mereka.

Pemerintah setempat juga disebut telah turun ke lokasi. Kepala Desa bersama Camat dikabarkan mendatangi kawasan terdampak untuk melihat langsung kondisi pascakebakaran.

Babi Hutan Berhamburan Keluar dari Habitat

Di tengah kepulan asap dan kobaran api, warga juga dikejutkan dengan munculnya sejumlah satwa liar.

Baca Juga  Sopir Tronton Maut Tewaskan Pemotor di Cibadak Sukabumi Menyerahkan Diri ke Polisi

Babi hutan dilaporkan berhamburan keluar dari kawasan yang terbakar. Satwa-satwa tersebut diduga meninggalkan habitatnya karena tempat berlindung atau sarang mereka ikut terdampak api.

“Banyak babi hutan yang keluar. Saya sendiri sampai kaget melihatnya. Mungkin karena sarangnya terbakar,” tutur Denih.

Fenomena tersebut menjadi salah satu dampak yang paling terlihat dari kebakaran lahan. Satwa liar yang kehilangan habitatnya berpotensi masuk ke area yang biasa dilalui warga maupun kawasan jalan tol.

PenyebabKebakaran Masih Belum Dipastikan

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Warga mengaku tidak melihat secara langsung siapa yang pertama kali memicu api.

“Kalau masalah ada yang membakar, kemungkinan ada. Tapi saya posisinya di kolong jembatan, tidak melihat orangnya. Saya hanya melihat sudah ada asap dan kemudian apinya,” jelasnya.

Warga menyebut proses penanganan kebakaran berlangsung hingga sore hari. Bantuan pemadaman disebut tiba sekitar pukul 16.30 WIB dan proses penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB.

Mobil pemadam kebakaran juga disebut harus menggunakan akses melalui jalur sekitar tol untuk mencapai titik lokasi kebakaran.

Pascakejadian, warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan pendataan terhadap dampak kebakaran, termasuk luas lahan yang terbakar, kerusakan jaringan listrik dan komunikasi, serta kerugian akibat rusaknya perangkat elektronik masyarakat.

Baca Juga  Jelang Malam Pergantian Tahun, Asep Japar Pantau Arus Lalu Lintas dan Kesiapan Petugas di Cibadak

Warga juga meminta penyebab kebakaran dapat segera dipastikan melalui penyelidikan pihak berwenang, apakah disebabkan faktor alam, kelalaian, atau dugaan aktivitas pembakaran oleh pihak tertentu.

Selain itu, kondisi keluarnya satwa liar dari habitat akibat kebakaran menjadi perhatian tersendiri, mengingat keberadaan babi hutan di sekitar jalur tol berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

Reporter: Suhendi Soex
Editor: Chuba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *