Senin,20 April 2026
Pukul: 18:31 WIB

Partisipasi Warga Jadi Kunci Keberhasilan Proyek Jalan Pakuwon–Cipeuteuy

Partisipasi Warga Jadi Kunci Keberhasilan Proyek Jalan Pakuwon–Cipeuteuy

Senin, 21 Juli 2025
/ Pukul: 09:25 WIB
Senin, 21 Juli 2025
Pukul 09:25 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Proyek rekonstruksi jalan Pakuwon–Cipeuteuy yang tengah berlangsung di Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, memasuki tahap krusial. Di tengah progres pengerjaan yang sudah mencapai 40 persen, keberhasilan pembangunan jalan ini justru sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Uus Iskandar, menuturkan bahwa sejumlah warga masih nekat melintasi bagian jalan yang baru dicor, padahal belum mencapai masa kering yang ideal. Hal ini dikhawatirkan akan merusak permukaan jalan dan berdampak pada kualitas jangka panjang.

Baca Juga  Dukung Konektivitas Antarwilayah, Dinas PU Sukabumi Perbaiki Jalan Sinagar–Pawenang

“Secara teknis, beton butuh waktu sekitar 28 hari untuk mencapai kekuatan optimal. Kalau dipaksakan dilintasi sebelum waktunya, hasil pembangunan bisa cepat rusak,” ujar Uus, Senin (7/7/2025).

Sebagai upaya pencegahan, pihak PU sudah menempatkan petugas jaga di lapangan dan memasang rambu. Namun, kedisiplinan warga tetap menjadi kunci utama. “Kami mohon kesadaran masyarakat. Jalan ini dibangun bukan untuk jangka pendek, tapi untuk mendukung aktivitas warga bertahun-tahun ke depan,” tambahnya.

Rekonstruksi jalan ini sendiri mencakup panjang 430 meter dan lebar 5 meter, dengan konstruksi menggunakan beton K 350 yang dirancang untuk menopang beban kendaraan berat. Pekerjaan dilakukan pada titik STA 26,970 kilometer.

Baca Juga  Babeh Asjap Buka Bazar Murah dan UMKM di Hari Bakti PU ke 77

Tak hanya sekadar proyek fisik, pembangunan ini menjadi simbol pemerataan pembangunan yang selama ini diupayakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Jalan tersebut merupakan jalur vital bagi warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan.

“Kalau kita jaga bersama, hasilnya akan dirasakan oleh seluruh warga. Tapi kalau terburu-buru dan dilanggar, justru rugi semua pihak,” tegas Uus.

Seiring meningkatnya intensitas kendaraan di lokasi, kemacetan juga menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, saat petugas lapangan tidak berada di tempat karena kebutuhan mendesak. Untuk itu, masyarakat juga diminta bersabar dan ikut menjaga kelancaran lalu lintas.

Baca Juga  Mahasiswa Akpar CBI Kunjungi Kadis PU Kabupaten Sukabumi, Ini yang Dibahas!

Uus mengajak warga untuk menjadikan proyek ini sebagai momentum gotong royong modern. “Tak perlu mengaduk semen bersama-sama seperti dulu, cukup patuhi aturan dan jaga hasilnya. Itu bentuk kontribusi nyata,” pungkasnya. (Adv)

Related Posts

Add New Playlist