SUKABUMISATU.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menuai kritik pedas dari para wali murid. Bukan tanpa alasan, mereka menemukan menu tahu yang dibagikan kepada siswa dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya terdapat dua menu tahu yang ditemukan sudah berjamur dan mengeluarkan aroma busuk. Temuan ini sontak memicu kekhawatiran orang tua terkait jaminan kesehatan anak-anak mereka yang mengonsumsi paket makanan tersebut.
”Kondisinya sudah berjamur dan bau. Ini kan program untuk gizi anak, kalau makanannya basi seperti ini malah jadi penyakit,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Mengaku Diintimidasi
Ironisnya, keresahan para wali murid ini seolah dibungkam. Beberapa orang tua siswa mengaku kerap mendapatkan intimidasi saat mencoba melaporkan atau mengkritik kualitas makanan yang buruk kepada pihak terkait.
Tekanan tersebut membuat para wali murid merasa takut untuk bersuara secara terbuka, meski keselamatan dan kesehatan anak-anak mereka menjadi taruhannya.
Perlu Evaluasi Total
Kejadian ini menjadi rapor merah bagi vendor atau penyedia jasa makanan di wilayah tersebut. Warga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan instansi terkait segera turun tangan melakukan audit terhadap distribusi program MBG di Simpenan.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak penyelenggara program dan dinas terkait mengenai temuan makanan tidak layak serta dugaan intimidasi terhadap wali murid tersebut.
Editor: Demi Pratama Adiputra








