SUKABUMI — Warga di sekitar kawasan alternatif wisata Geopark Ciletuh Pelabuhanratu menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa. Mereka berinisiatif memperbaiki jalan rusak yang menghubungkan Kecamatan, Ciracap dan Kecamatan Ciemas, setelah belasan tahun tidak mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah.
Jalan yang berstatus sebagai jalan kabupaten ini merupakan jalur penting, tidak hanya bagi aktivitas warga, tetapi juga sebagai akses menuju destinasi wisata unggulan. Kondisi jalan yang rusak parah, terutama di tanjakan Pasir Panjang, telah menyebabkan banyak kecelakaan dan menghambat mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, warga berinisiatif membuka donasi dan menggalang swadaya. Hasil donasi digunakan untuk membeli material seperti batu, semen, pasir, dan kebutuhan konsumsi bagi para relawan. Tak hanya mengandalkan dana, warga pun turun langsung bergotong royong memperbaiki jalan tersebut.
“Kami prihatin dengan kondisi jalan ini yang sudah belasan tahun dibiarkan rusak dan sering menyebabkan kecelakaan. Karena itu, kami sepakat untuk bergerak bersama,” ujar Darwis Munandar, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Upaya warga ini akhirnya menarik perhatian Dinas Pekerjaan Umum (PU). Berkat adanya warga yang bekerja di instansi tersebut, PU turut terlibat dalam perbaikan jalan. Mereka mendukung dengan menurunkan alat berat (belong) dan membawa lebih dari 30 karung aspal coolmix untuk mempercepat proses perbaikan.
Semangat gotong royong ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat memberikan solusi atas permasalahan infrastruktur yang terbengkalai. Diharapkan, perbaikan jalan ini tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh.









